• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, June 24, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Prabowo: Saatnya Indonesia Bangun Kemandirian Industri Pertahanan

by Redaksi Asiatoday
November 1, 2021
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indonesia Bangun Energetic Material Center Terbesar di Asia Tenggara

Fasilitas Energetic Material Center (EMC) atau Pusat Bahan Berenergi Tinggi PT Dahana Indonesia di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Menteri Pertahanan (Menhan) Republik Indonesia, Prabowo Subianto menegaskan, bahwa Indonesia sudah saatnya membangun kemandirian industri pertahanan guna mewujudkan sistem pertahanan negara yang kuat, maju, dan mandiri.

Prabowo mengungkapkan hal itu dalam kunjungan kerja ke Kawasan Energetic Material Center milik PT Dahana (Persero) di Subang, Jawa Barat, Senin (1/11/2021), untuk memastikan kesiapan industri pertahanan, khususnya bahan pendorong amunisi dan roket di PT Dahana.

Menurut Prabowo, industri yang kuat akan mampu memberikan dampak pengganda, baik terhadap pembangunan ekonomi maupun penguasaan teknologi bagi bangsa Indonesia.

RelatedPosts

Indonesia Nickel Industry Hit by Sulfur Squeeze as Global Market Tightens

Indonesia’s $2.5 Billion Nickel Bet Faces Global ESG Test as Investment Boom Accelerates

Trois Films and South Korea’s JJan E&M Forge Strategic Partnership in Film Industry

“Kemandirian industri pertahanan juga diharapkan dapat mewujudkan pergeseran pemahaman dari belanja pertahanan menjadi investasi pertahanan,” kata Prabowo.

Dalam kesempatan itu, Prabowo mengingatkan agar PT Dahana selalu melakukan kerja yang terbaik bagi bangsa agar dapat membawa industri pertahanan dalam negeri semakin maju.

Saat ini, PT Dahana tengah melakukan inovasi di semua lini bisnisnya, termasuk industri propelan yang nanti akan menjadi bahan baku bagi amunisi kaliber kecil dan amunisi kaliber besar untuk pemangku kepentingan pertahanan dan keamanan.

Propelan adalah bahan pendorong peluru atau roket, yang menjadi komponen utama munisi bagi kebutuhan Munisi Kaliber Kecil dan Munisi Kaliber Besar, maupun bahan bakar roket. Kebutuhannya di dalam negeri selama ini, diimpor dari luar negeri sehingga membebani devisa negara dan rawan embargo.

Pemerintah melalui Peraturan Presiden 8/2021 tentang Kebijakan Umum Pertahanan Negara 2020-2024 menyebut salah satu sasaran penguasaan teknologi kunci program prioritas 2020-2024 adalah bahan pendorong amunisi dan roket.

Pembangunan pabrik propelan diharapkan dapat menciptakan kemandirian industri hulu pertahanan nasional, menciptakan dampak penggentar, dampak pengganda, memberikan jaminan pasokan munisi, dan substitusi impor.

Sementara itu, Direktur Utama PT Dahana (Persero) Wildan Widarman menjelaskan, pembangunan industri bahan pendorong amunisi dan roket telah berjalan.

Fase pertama telah diprakarasi Kementerian Pertahanan dengan membangun pabrik nitrogliserin, pabrik bahan asam serta fasilitas pendukung industri propelan, di antaranya gardu trafo listrik, pengolahan air, laboratorium, dan fasilitas uji balistik.

“Bersama Balitbang Kementerian Pertahanan, saat ini sedang dilanjutkan ke tahapan pembangunan pabrik bubuk sferikal, sehingga Indonesia dapat mandiri serta memiliki efek getar di kawasan regional,” kata dia.

Selama berada di PT Dahana, Prabowo juga berkeliling ke fasilitas produksi milik PT Dahana, salah satunya pabrik nitrogliserin yang dibangun Kementerian Pertahanan.

“Melalui kunjungan kerja menteri pertahanan ini, diharapkan dapat semakin memperteguh komitmen Kementerian Pertahanan dalam memberdayakan industri dalam negeri untuk penguatan pertahanan negara,” imbuhnya. (ATN)

Tags: Industri PertahananMenhan PrabowoPT Dahana
No Result
View All Result

Terbaru

  • UNDP Hails Indonesia as Regional Model for Green Growth After High-Level Visit
  • BRICS Pushes for New Global Order: India, Russia and China Deepen Strategic Coordination
  • IsDB Unites 78 Nations Through $6 Billion in Agreements
  • Cambodia Secures $63 Million ADB-Backed Battery Project to Accelerate Clean Energy Transition
  • UN Chief Warns of “Twin Crises” as Climate and Energy Shocks Converge
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.