• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Pramuka Indonesia Dipercaya Pimpin Yayasan Pramuka Asia Pasifik

by Redaksi Asiatoday
May 1, 2022
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
AS Respon Undangan Jokowi ke Zelensky dan Putin di KTT G20

Ahmad Rusdi. Dok Kwarnas Pramuka Indonesia

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Untuk pertama kalinya, Ahmad Rusdi, Ketua Komisi Luar Negeri Kwarnas Pramuka Indonesia dipercaya menjadi President of Asia-Pacific Regional (APR) Scout Foundation Management Committee atau Komite Pengelola Yayasan Pramuka Kawasan Asia Pasifik periode 2022-2025.

Ahmad Rusdi terpilih melalui Rapat Virtual Asia-Pacific Regional Scout Foundation Management Committee yang berlangsung pada 30 April 2022, di mana Rusdi meraih suara terbanyak, mengalahkan calon dari India.

“Selamat dan sukses selalu Kak Rusdi, kami sangat bangga dan mendoakan Kakak sukses selalu dalam mengemban amanah yg luar biasa ini,” kata Ketua Kwarnas Pramuka Budi Waseso dalam keterangan tertulis diterima di Jakarta, Minggu (1/5/2022).

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Dengan mandat ini, Ahmad Rusdi berharap Gerakan Pramuka membentuk Yayasan untuk menggalang dana dari anggota dan masyarakat guna membantu kegiatan kepramukaan di berbagai daerah di Indonesia.

“Warga dan pengusaha dapat direkrut menjadi anggota Yayasan seumur hidup,” kata dia yang menjabat sebagai Wakil Ketua/Ketua Komisi Luar Negeri Kwarnas Pramuka.

Tugas Komite Pengelola Yayasan Pramuka Kawasan Asia Pasifik adalah melakukan pencarian dana, mengawasi investasi dana abadi, mengidentifikasi kriteria dan proposal proyek kepramukaan yang dapat didanai Yayasan, dan memberikan laporan kepada Konferensi Kepanduan Asia Pasifik.

Sumber pendanaan berasal dari investasi yang diinvestasikan kepada Yayasan Kepanduan Dunia dan sumbangan para anggota Yayasan. Dengan bertambahnya dana simpanan, setiap tahun Yayasan menyumbangkan ke beberapa proyek pembangunan berkelanjutan, bantuan kemanusiaan dan bencana, serta pelatihan kepada Pramuka di 30 negara Asia Pasifik.

Sebelumnya, Paulus Tjakrawan menjadi anggota Komite selama empat periode, dan saat ini menjadi Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Kwarnas Gerakan Pramuka.

Ahmad Rusdi sebelumnya menjadi Ketua Komite Pramuka Kawasan Asia Pasifik untuk masa bakti 2028-2022, setelah di periode sebelumnya menjadi anggota Komite. Pengurus Ketua Komite Pramuka Kawasan Asia Pasifik yang baru telah menunjuk Ahmad Rusdi sebagai Advisor atau Penasehat APR.

Yayasan Kepramukaan Asia Pasifik dibentuk pada 1991 dengan Asosiasi Pramuka Hong Kong sebagai wali amanat. Kantor Yayasan berada di Kawasan Makati, Filipina, bergabung dengan kantor Asia-Pacific Regional Support Center.

Sampai tahun 2022, ada 839 individu dan yang menjadi anggota Yayasan Kepramukaan Asia Pasifik. Jumlah dana yang berhasil dihimpun mencapai 2,9 juta dolar AS. Para anggota dikelompokkan ke dalam tingkatan Bronze, Silver, Gold, dan Platinum berdasarkan besar sumbangan.

Di antara 839 anggota Yayasan, terdapat 19 orang Pramuka Indonesia, termasuk Kak Ahmad Rusdi yang menyumbang Yayasan sebesar US$ 10 ribu. Ahmad Rusdi juga menjadi anggota Yayasan Pramuka Dunia BP Fellowship dan Korea Scout Foundation untuk seumur hidup. (ANT)

Tags: Asia PasifikPramuka
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.