• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Presidensi G20 Indonesia dan Presidensi G7 Jerman Bahas Resolusi Krisis Pangan Dunia

by Redaksi Asiatoday
June 22, 2022
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Geopolitik Berubah, Saatnya ASEAN Bangkit dan Bangun Kekuatan Kolektif

Presiden Republik Indonesia Jokowi. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Presidensi G20 Indonesia dan Presidensi G7 Jerman akan membahas resolusi krisis pangan dunia dalam KTT G7 dan Mitra (G7 Summit for Partner Countries) yang akan digelar di Elmau, Jerman pada 26-27 Juni mendatang.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Indonesia, Retno Marsudi mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan melakukan kunjungan ke Jerman untuk menghadiri KTT G7 usai menerima undangan dari Jerman sebagai Presidensi G7.

“Dalam G7 Summit for Partner Countries tersebut, salah satu isu yang akan dibahas adalah mengenai masalah pangan. Sebagaimana teman-teman ketahui, isu pangan, energi, dan keuangan akhir-akhir ini terus menjadi pembicaraan dunia,” kata Menlu Retno dalam pengarahan pers yang diikuti dari Jakarta, Rabu (22/6/2022).

RelatedPosts

New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen

Retno mengatakan, pandemi Covid-19 telah membawa dampak bagi ekonomi dunia dan di tengah upaya pemulihan ekonomi, terjadi peperangan di Ukraina yang dampaknya turut dirasakan di berbagai negara di seluruh dunia.

“Kita semua paham posisi Ukraina dalam rantai pasok pangan dan energi global,” tambahnya.

Oleh karena itu, isu terkait pangan akan menjadi salah satu pembahasan yang diangkat Indonesia di KTT G7 bersama negara-negara mitra.

Selain Indonesia, India, Senegal, Argentina, dan Afrika Selatan juga turut menerima undangan untuk menghadiri pertemuan tersebut.

Selain mengikuti KTT, Presiden Jokowi juga akan melakukan pertemuan-pertemuan bilateral dengan para pimpinan negara-negara anggota G7 dan negara mitra lain yang turut hadir.

Sebagai tambahan, Presiden Jokowi juga dijadwalkan untuk melanjutkan perjalanannya ke Ukraina dan Rusia usai kegiatannya di Jerman.

Jokowi akan bertemu dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky dan Presiden Rusia Vladimir Putin secara terpisah di Kiev dan Moskow.

“Kunjungan Presiden ini menunjukkan kepedulian terhadap isu kemanusiaan, mencoba memberikan kontribusi untuk menangani krisis pangan yang diakibatkan karena perang dan dampaknya dirasakan oleh semua negara terutama negara berkembang dan berpendapatan rendah, dan terus mendorong semangat perdamaian,” papar Menlu Retno. (ATN)

Tags: G20G7Krisis Pangan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.