• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, July 15, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Presidensil G20 Indonesia: Dunia Butuh USD15 Miliar per Tahun untuk Mitigasi Pandemi

by Redaksi Asiatoday
December 10, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Presidensil G20 Indonesia: Dunia Butuh USD15 Miliar per Tahun untuk Mitigasi Pandemi

Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati. Foto Kemenkeu

ASIATODAY.ID, BALI – Pertemuan Finance and Central Bank Deputies Meeting (FCBD) pertama sebagai penanda pelaksanaan Presidensi G20 Indonesia di jalur keuangan secara resmi dimulai di pulau dewata Bali.

Pandemi yang masih berlanjut dan berdampak kepada seluruh aspek kehidupan manusia, masa depan dunia yang lebih baik membutuhkan kolaborasi bersama negara-negara dunia untuk menciptakan fondasi ekonomi dan sistem keuangan yang adil demi tercapainya pemulihan dan pertumbuhan ekonomi dunia yang lebih kuat, efisien, inklusif dan berkelanjutan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan kebutuhan pendanaan untuk menyiapkan pencegahan dan respons (prevention, preparedness, and response/PPR) terhadap pandemi di masa depan mencapai USD15 miliar per tahun.

RelatedPosts

California Seeks Strategic Partnership with Indonesia

FBI Joins Indonesia Corruption Probe as Gold and Millions in Cash Raise Global Scrutiny

Energy and Food Price Shocks Put Asia-Pacific on Alert

Kebutuhan perkiraan dana tersebut berdasarkan hasil penelitian gugus tugas gabungan keuangan dan kesehatan atau Joint Finance Health Task Force G20.

“Mereka telah membuat estimasi kebutuhan dunia bisa menciptakan kesiapan preparedness pandemi ke depan, estimasinya sekitar USD15 miliar per tahun,” jelasnya, Jumat (10/12/2021).

Sri Mulyani mengungkapkan pembentukan gugus tugas ini menyusul pemulihan perekonomian global yang tidak merata di sejumlah negara. Hal tersebut berawal dari kesenjangan akses vaksin covid-19 di negara berkembang dan negara-negara miskin.

Meskipun vaksin gratis sudah disediakan, negara berkembang mengalami kesulitan pada proses distribusi dikarenakan sistem kesehatan yang belum memadai.

“Ada vaksin gratis tapi distribusi sulit. itu sistem kesehatan belum siap. Banyak negara berkembaang temasuk kita sendiri masih perlu memperbaiki sistem kesehatan kita,” terangnya.

Menurut Sri, persiapan untuk menghadapi pandemi ini sangat bergantung pada ketersediaan vaksin dan produksi vaksin yang merata.

Karena itu, Sri Mulyani berharap Indonesia dapat berkontribusi dalam memproduksi vaksin bagi kebutuhan dunia seperti Amerika Serikat (AS), China, India, Inggris dan lainnya.

“Ketika terjadi musibah, kita tidak hanya produksi vaksin buat Indonesia tapi produksi vaksin untuk dunia. Ini akan jadi pembahasan task force,” pungkasnya. (ATN)

Tags: G20KTT G20
No Result
View All Result

Terbaru

  • California Seeks Strategic Partnership with Indonesia
  • Indonesia’s Geothermal Future Put to the Test in NTT
  • FBI Joins Indonesia Corruption Probe as Gold and Millions in Cash Raise Global Scrutiny
  • Energy and Food Price Shocks Put Asia-Pacific on Alert
  • Global Waste-to-Energy Giants Enter Indonesia’s Green Infrastructure Race
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.