ASIATODAY.ID, TAIPEI – Taiwan menyatakan kekecewaannya terhadap Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) karena tidak diundang dalam pertemuan Majelis Kesehatan Dunia atau World Healt Assembly (WHA) ke-75 yang diselenggarakan di Jenewa, Swiss pada tanggal 22-28 Mei 2022.
“Kementerian Luar Negeri (MOFA) menyatakan tidak puas dan menyesalkan tindakan WHO yang tidak berpegang pada prinsip netral dan profesional, serta terus-menerus menghiraukan pentingnya partisipasi Taiwan dalam WHO, dan suara dukungan komunitas internasional terhadap Taiwan,” demikian siaran pers MOFA dikutip Senin (23/5/2022).
Pertemuan WHA ke-75 ini merupakan pertemuan WHA tatap muka pertama yang dilaksanakan sejak pandemi Covid-19 merebak pada tahun 2020.
Sampai dengan tanggal 19 Mei, WHO masih belum menanggapi seruan komunitas internasional terhadap Direktur Jenderal Tedros Adhanom Ghebreyesus yang meminta agar WHO mengundang Taiwan untuk hadir dalam WHA.
Sebanyak 13 negara sahabat diplomatik yang memiliki status sebagai negara anggota WHO telah mengajukan proposal “Mengundang Taiwan Sebagai Pengamat untuk Berpartisipasi dalam WHA” kepada Sekretariat WHO, dan meminta agar proposal tersebut dimasukkan sebagai “bahan diskusi tambahan” (supplementary item) dalam agenda WHA.
Demi memperlihatkan tekad Taiwan untuk berpartisipasi dalam WHA, pemerintah telah membentuk sebuah delegasi yang dipimpin oleh Wakil Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan, Lee Li-feng, untuk berangkat ke Jenewa.
Delegasi tersebut akan melakukan pertukaran dengan perwakilan berbagai negara mengenai pencegahan pandemi, serta isu-isu terkait urusan kesehatan publik lainnya.
Kementerian Luar Negeri (MOFA) dan Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW) akan terus bekerja sama dengan negara sahabat diplomatik dan negara sehaluan lainnya, untuk memperjuangkan partisipasi dalam WHO dan WHA, demi melindungi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
5 Negara Dukung Partisipasi Taiwan
Sehari sebelum pertemuan WHA digelar, tepatnya pada tanggal 21 Mei 2022, American Institute in Taiwan (AIT), Kantor Perwakilan Australia, Inggris, Kanada dan Jepang di Taiwan mengeluarkan rilis bersama untuk menegaskan dukungan terhadap partisipasi Taiwan dalam WHO, dan pertemuan WHA sebagai pengamat.
Rilis tersebut menyebutkan bahwa pertemuan WHA ke-75 akan segera dimulai tetapi Taiwan masih dimarginalisasi dari sistem kesehatan global.
Para pakar kesehatan di Taiwan saat ini sedang dengan sekuat tenaga berupaya untuk menekan penyebaran virus Covid-19 dalam komunitas, dan tindakan memarginalisasi Taiwan dari WHA akan membatasi upaya tersebut, serta merusak keamanan dan kesehatan global.
“Apabila Taiwan dapat berpartisipasi dalam WHO dan pertemuan teknis terkait, maka hal tersebut akan memberi manfaat kepada 24 juta masyarakat Taiwan dan komunitas internasional,” demikian MOFA.
Pencapaian Taiwan dalam bidang kesehatan publik sangat patut dihargai. Selain itu, di masa awal pandemi Taiwan juga telah berbagi peralatan pelindung dan vaksin dengan berbagai negara, dan mengembangkan vaksin, untuk berkontribusi dalam pengembangan vaksin secara global.
Sejak pandemi Covid-19 merebak, Taiwan terus memperlihatkan kapasitas medis profesional yang dimiliki melalui langkah konkret, dan secara aktif mengontribusikan pengalaman pencegahan pandemi kepada komunitas internasional. (ATN)
