• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Puluhan Bangkai Spesies Naga Laut Terdampar di Pesisir Australia

by Redaksi Asiatoday
April 14, 2022
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 1 min read
A A
0
Puluhan Bangkai Spesies Naga Laut Terdampar di Pesisir Australia

Spesies Naga Laut Gulma. Dok IUCN

ASIATODAY.ID, SYDNEY – Kematian massal biota laut terjadi di Australia.

Pasalnya, puluhan bangkai makhluk misterius dan aneh ditemukan terdampar di pesisir Australia setelah berminggu-minggu diguyur hujan.

Mahluk menyeramkan itu diidentifikasi sebagai spesies naga laut gulma.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Para ahli dikejutkan oleh penemuan spesies itu yang muncul di pantai negara bagian New South Wales.

“Jelas itu adalah hasil kombinasi dari fenomena termasuk cuaca yang tidak biasa, polutan yang terbawa ke laut dan terjadinya gelombang besar,” kata Profesor Ekologi Kelautan di Sydney University of Technology, Dr. David Booth kepada surat kabar Sydney Morning Herald sebagaimana dikutip Daily Star Kamis (14/4/2022).

Beberapa naga laut gulma ditemukan terdampar di lepas pantai Cronulla, Malabar dan Central Coast dengan jumlah diperkirakan 10 kali lebih tinggi dari biasanya.

Spesies ini sering ditemukan di perairan Australia, namun tidak biasanya hewan ini menyimpang jauh dari habitat aslinya. Naga laut dewasa diperkirakan berenang hanya 50 hingga 500 meter dari habitatnya.

“Ini dapat menyebabkan spesies kehilangan habitat dan mengubah faktor lingkungan,” tambah peneliti utama, Dr. Selma Klanten.

Naga laut terkenal di kalangan penyelam karena memiliki warna yang berbeda seperti kuning dan ungu.

Pertumbuhannya bisa mencapai panjang 45 sentimeter dan biasanya hidup di antara terumbu karang dan berkerabat dekat dengan kuda laut.

Spesies itu pernah terdaftar sebagai spesies yang terancam punah dalam Daftar Merah Spesies Terancam Punah oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN) dan siapa pun yang mencoba mengumpulkan atau mempertahankannya tanpa izin, dinyatakan bersalah. (ATN)

Tags: IUCNKonservasi LautNaga LautSave Ocean
No Result
View All Result

Terbaru

  • Global Markets Warn Indonesia’s Nickel Industry: Prove It’s Green or Risk Losing Access
  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.