ASIATODAY.ID, DOHA – Otoritas Qatar selaku tuan rumah penyelenggaraan FIFA World Cup 2022 menjamin event akbar itu akan bebas dari limbah.
Pasalnya, semua limbah yang dihasilkan di stadion dan zona penggemar akan didaur ulang, dikomposkan, atau diubah menjadi energi hijau.
“Dengan tanggung jawab menjadi tuan rumah FIFA World Cup, Qatar memikul tanggung jawab yang lebih besar untuk menghindari dan meninggalkan dampak pada lingkungan. Kami memulai perjalanan kami lebih awal untuk mencoba meminimalkan jumlah sampah yang dikirim ke TPA,” kata Eng. Bodour Al Meer, Direktur Eksekutif Keberlanjutan SC, dikutip dari The Peninsula Qatar, Senin (7/11/2022).
“Selama desain dan konstruksi stadion kami, fokus signifikan ditempatkan pada meminimalkan dan mendaur ulang limbah konstruksi. Selama pengoperasian stadion kami, fokusnya sekarang adalah pada penghindaran, minimalisasi, pemisahan, daur ulang, dan pemulihan,” tambah Al Meer.
Upaya ini merupakan bagian penting dari Strategi Keberlanjutan FIFA World Cup Qatar 2022. Pengujian ekstensif berlangsung selama Piala Arab FIFA 2021. Limbah yang dihasilkan dari turnamen 19 hari itu dipilah menjadi organik, plastik, logam, elektronik, dan kardus.
Sisa sampah dikirim ke Pusat Pengelolaan Sampah Domestik Kotamadya untuk diproses lebih lanjut di pembangkit listrik tenaga sampah.
Selama turnamen, setiap stadion mendaur ulang setidaknya 42% dari limbah yang dihasilkan, dan sisanya diubah menjadi energi hijau.
“Karya kami di Piala Arab membuktikan bahwa kami dapat menghadirkan acara berskala besar tanpa membuang sampah ke TPA. Tujuan kami adalah untuk meniru kesuksesan ini selama Piala Dunia dan menetapkan standar baru dalam menyelenggarakan acara olahraga besar yang berkelanjutan,” kata Al Meer.
Untuk bisa mencapai tujuan ini, penyelenggara berharap pada dukungan semua orang yang terlibat dalam Piala Dunia, termasuk penonton. (ATN)
Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News
