• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 16, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Rasio Utang Indonesia Diklaim Masih Lebih Baik dari China, AS dan Thailand

by Redaksi Asiatoday
October 19, 2020
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Pandemi Global Virus Corona Picu Krisis Ekonomi

Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) RI Sri Mulyani memastikan rasio utang Indonesia masih lebih baik dibandingkan sejumlah negara lainnya. Pasalnya, pelebaran defisit fiskal pada 2020 masih terjaga.

Pelebaran defisit pada tahun 2020 yang mencapai 6,3 persen akan membuat rasio utang Indonesia naik mencapai 38,5 persen lebih tinggi dibandingkan tahun 2019 yang mencapai 30,5 persen.

“Rasio utang Indonesia itu 38,5 persen dari produk domestik bruto (PDB) karena defisit 6,3 persen,” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita secara virtual, Senin (19/10/2020).

RelatedPosts

Asia at a Turning Point: IMF Urges the Region to Prepare for a New Economic Order

Indonesia Expands Defense Partnerships with South Korea and Finland

Indonesia’s FFW 2026 Revives the Power of Film Criticism

Menurut Sri, utang Indonesia masih lebih rendah dibandingkan Jepang, Italia dan Amerika Serikat yang kenaikanya sudah mencapai 100 persen terhadap PDB. Utang Indonesia juga masih lebih terkendali dibandingkan China yang kenaikanya sudah 60 persen.

“Jepang rasio utangnya tembus 266,2 persen dari PDB. Jerman saja utangnya udah tembus 73 persen dari PDB lalu China utangnya mencapai 61,7 persen dan Thailand utangnya mencapai 50,4 persen,” paparnya.

Sri Mulyani yang baru saja dinobatkan sebagai menteri terbaik di Asia Pasifik itu menekankan tingkat utang publik Indonesia masih tetap terjaga dan rendah. Hal ini seiring adanya pemulihan ekonomi yang sudah terlihat nantinya pada akhir tahun 2020.

“Utang masih tetap terjaga dengan penambahan utang yang masih minimal,” tandasnya. (ATN)

Tags: Utang IndonesiaUtang Luar Negeri
No Result
View All Result

Terbaru

  • Saudi Arabia’s New Tariffs Create Fresh Opportunities for Indonesia’s Export Growth
  • Gold’s Safe-Haven Era Faces a New Test
  • Asia at a Turning Point: IMF Urges the Region to Prepare for a New Economic Order
  • Indonesia Expands Defense Partnerships with South Korea and Finland
  • Jakarta Museums Become SDGs Learning Hubs
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.