• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Remitansi di Asia Turun USD54,3 Miliar, ADB Khawatir Kemiskinan Melonjak Tajam

by Redaksi Asiatoday
September 9, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
ADB: Pandemi Global Coronavirus Kian  Menggerus Ekonomi di Asia Timur

Markas Asian Development Bank (ADB). Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Asian Development Bank (ADB) mulai mengkhawatirkan terjadinya ledakan kemiskinan di kawasan Asia.

Pasalnya, tahun ini arus pengiriman uang internasional atau remitansi di Asia diperkirakan turun hingga USD54,3 miliar, setara dengan 19,8 persen dari dasar pengiriman uang pada 2018.

Padahal, arus uang ini sangat penting dalam upaya meningkatkan kesejahteraan warga miskin di Asia.

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Laporan terbaru Asian Development Bank (ADB) bertajuk “Navigating Covid-19 in Asia and the Pacific” yang dikutip Rabu (9/9/2020) menyebutkan, penurunan pengiriman uang secara global tahun ini akan mencapai USD108,6 miliar, setara dengan 18,3 persen dari remitansi dasar secara global.

Di tengah krisis akibat pandemi yang meluas ke seluruh dunia, penurunan pengiriman uang ke Asia berisiko memperlebar angka kemiskinan di kawasan, terutama di negara-negara yang sangat bergantung pada remitansi.

Peningkatan 1 poin persentase dalam pangsa terhadap PDB arus masuk remitansi dari luar negeri, dikaitkan dengan 22,6 persen penurunan rasio kesenjangan kemiskinan dan penurunan 16 persen dalam rasio keparahan kemiskinan.

Dengan problem ini, ADB menyatakan migrasi internasional, mobilitas tenaga kerja lintas batas, dan arus pengiriman uang pekerja adalah penggerak yang penting dari ekonomi global saat ini.

ADB pun memberikan sejumlah rekomendasi kepada otoritas di negara-negara yang bergantung pada remitansi.

Pertama, memperluas layanan kesehatan dan sosial sementara untuk membantu migran yang terlantar dan kembali.

Kedua, memperluas cakupan perlindungan sosial bagi rumah tangga penerima remitansi berpenghasilan rendah yang mungkin kembali ke dalam perangkap kemiskinan.

Ketiga, merancang kerangka kebijakan migrasi nasional yang komprehensif yang mencakup kebijakan imigrasi, kesehatan, dan ketenagakerjaan untuk mendukung pekerja migran dan meningkatkan hak dan kesejahteraan mereka.

Keempat, pemerintah dituntut untuk memastikan kontinuitas layanan pengiriman uang dan lingkungan bisnis yang memungkinkan bagi penyedia layanan, termasuk melalui penggunaan platform digital dan online untuk melayani para migran dan keluarganya dengan lebih baik. (ATN)

Tags: ADBAsian Development BankKemiskinan Indonesia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.