• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, June 24, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Riset LIPI: Kekayaan Laut Indonesia dalam Ancaman Serius

by Redaksi Asiatoday
June 12, 2020
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Bappenas Rumuskan Platform Multistakeholder Perikanan Berkelanjutan

Potensi perikanan laut Indonesia yang melimpah. Foto : KKP

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengungkap kondisi dan ancaman terhadap kekayaan laut Indonesia.

Menurut LIPI, laut Indonesia masuk dalam area Segitiga Karang Dunia, yaitu area dengan keanekaragaman biota laut, terutama karang, yang paling tinggi di dunia. Saat ini, terdapat 569 spesies dan 83 genus karang keras di Indonesia. Ini berarti, sekitar 69 persen spesies dan 76 persen genus karang dunia ada di Indonesia.

“Sebaran karang paling tinggi berada di daerah timur seperti Maluku, Sulawesi dan Papua. Kemudian berkurang di daerah Jawa dan Sumatra,” terang Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Kebumian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Agus Haryono seperti dikutip dari publikasi LIPI, Jumat (12/6/2020).

RelatedPosts

Indonesia Leads Regional Green Alliance Against Cross-Border Pollution

IPB Expert: Nickel Mining in Halmahera Threatens Marine Ecosystems and Coastal Livelihoods

Ceria Corp, Indonesia’s Green Nickel Pioneer, Restores 200 Hectares of Former Mine Land Through ESG Initiatives

Kekayaan hayati di Indonesia, dipengaruhi adanya pertemuan arus laut yang melewati pulau-pulau di Indonesia.

Agus menyatakan, saat ini ancaman bagi biodiversitas laut Indonesia adalah adanya praktek perikanan yang berlebihan (over-exploitation) dan penangkapan yang merusak (destrictive fishing).

“Ada pula masalah penangkapan menggunakan bahan atau alat tangkap berbahaya seperti bom ikan, dan racun ikan sianida yang dapat merusak biota laut,” jelas Agus.

Menurutnya, selain adanya perusakan lingkungan, wabah COVID-19 yang melanda dunia memberikan kontribusi kerusakan berupa sampah plastik.

“Data menunjukkan adanya kenaikan sampah plastik seiring dengan meningkatnya belanja online di masa pandemi,” ujarnya.

Sampah-sampah plastik tersebut tidak diolah dengan baik dan bermuara ke laut. Hal ini tentunya dapat mencemari ekosistem laut.

Selain itu, tekanan antropogenik dari pembangunan di wilayah pesisir karena adanya tekanan kebutuhan lahan yang terbatas, reklamasi, penambangan pasir dan batu karang, dan pencemaran turut menambah resiko kerusakan biota laut.

“Tantangan perubahan iklim juga mengancam keragaman hayati kita. Seperti pemanasan laut, pengasaman laut, dan kenaikan muka air laut, dimana ini berdampak pada perekonomian masyarakat di pesisir,” paparnya.

Oleh karena itu, LIPI mengajak semua masyarakat, akademisi dan LSM untuk bersama sama melakukan edukasi dan monitoring terhadap terumbu karang, mangrove, padang lamun, dan ikan.

“COREMAP-CTI LIPI diharapkan dapat mengajak masyarakat untuk bergabung dengan LIPI dan berlatih bersama dalam monitoring hayati laut di seluruh Indonesia, sehingga kita dapat menjaga secara bersama-sama laut Indonesia,” tandasnya. (ATN)

Tags: Keanekaragaman HayatiKonservasi LautLaut IndonesiaLindungi LautLIPIMaritim IndonesiaSave MarineSave Ocean
No Result
View All Result

Terbaru

  • UN Chief Warns of “Twin Crises” as Climate and Energy Shocks Converge
  • Firmed Solar Undercuts Most of Asia’s Planned Gas, and EVs Can Save Over $300 Billion a Year in Oil Imports
  • Indonesia Seeks Alliance of Island Nations to Push Climate Mobility Agenda Ahead of COP31
  • Indonesia Nickel Industry Hit by Sulfur Squeeze as Global Market Tightens
  • ASEAN, Russia Agree to Deepen Economic Cooperation Amid Global Uncertainty
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.