• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 13, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Rivalitas Geopolitik AS-China Percepat Dedolarisasi di Asia Pasifik

by Redaksi Asiatoday
June 7, 2023
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Moody’s : Ekonomi Indonesia Tidak Capai 5 Persen Hingga 2021

Kantor pusat Moody's di Amerika Serikat. ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Rivalitas geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan China dapat mempercepat menurunnya pangsa dolar AS dalam perdagangan dan arus pendanaan Asia Pasifik.

Demikian hasil laporan Moody’s Investor Service, Selasa (6/6/2023), yang menjelaskan bahwa risiko geopolitik kedua negara mencerminkan adanya ‘batasan’ regional dalam perdagangan, keuangan, dan juga teknologi.

Berdasarkan rangkuman laporan tersebut, secara keseluruhan implikasi kredit dari perubahan ini baik bagi pemerintah daerah, lembaga keuangan dan perusahaan cenderung beragam.

RelatedPosts

Mass Student Protest Erupts in Indonesia Over Cost-of-Living Crisis

Indonesian Navy Intercepts Billion-Dollar Rare Earth Shipment With Radioactive Content

Indonesian Students Revive Reform-Era Protests, Mounting Pressure on Prabowo Government

Moody’s mengungkapkan perpindahan dari penggunaan dolar dapat merangsang pertumbuhan pasar obligasi mata uang lokal dan mengurangi risiko nilai tukar.

“Namun jika permintaan lebih besar terhadap likuiditas yang langka, kemungkinan besar biaya pembiayaan lintas sektor akan naik dan menekan sektor swasta,” ungkap Moody’s dalam laporannya.

Selain itu, negara-negara Asia Pasifik berpotensi menghadapi likuiditas yang lebih ketat dan biaya pendanaan yang tinggi dari pergeseran penggunaan dolar AS.

Ekonomi negara Asia Pasifik secara umum telah mengurangi ketergantungan pada pendanaan utang dalam dolar, namun bergantung pada dolar untuk pengenaan tagihan perdagangan dan pengelolaan cadangan.

Dalam hal ini, emiten pasar perbatasan paling berpotensi terkena dampak dari akses pasar dolar yang berkurang dan pasar domestik yang ‘dangkal’.

Moody’s juga mengungkapkan ketegangan geopolitik dan sanksi lintas negara dapat menghambat pergerakan bebas modal. Kemampuan bank juga menghambat untuk mengamankan pendanaan dolar yang andal dan stabil. Lembaga keuangan juga perlu menghadapi perubahan strategi pelanggan korporasi, terutama pada sektor sensitif yang menjadi pusat persaingan geopolitik seperti semikonduktor.

Moody’s menjelaskan respons perusahaan terhadap ketegangan yang terjadi akan mendorong mereka untuk menggeser penggunaan dolar dan pembiayaan perdagangan di negara-negara Asia Pasifik. Hal ini dapat berdampak pada bisnis bank. Kemudian, penerbitan obligasi mata uang regional yang likuid seperti dolar Hong Kong dan yen Jepang yang pertumbuhannya terhenti selama pandemi berpotensi muncul kembali.

Bank-bank pembangunan multilateral (MDB) akan menjadi penggerak utama pembiayaan proyek jangka panjang. Di antaranya banyak yang menggunakan dengan dolar AS. Namun, dengan munculnya MDB baru dan inisiatif pinjaman bilateral yang mencerminkan kepentingan ekonomi negara-negara berkembang, hal ini dapat meningkatkan persaingan mengingat peran pemerintah sebagai pemegang saham di MDB utama. (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: DedolarisasiIndo PasifikMoody
No Result
View All Result

Terbaru

  • Bank Jakarta and Blibli Launch Engagement Store at Jakarta Fair 2026
  • Mass Student Protest Erupts in Indonesia Over Cost-of-Living Crisis
  • Indonesian Navy Intercepts Billion-Dollar Rare Earth Shipment With Radioactive Content
  • Indonesian Students Revive Reform-Era Protests, Mounting Pressure on Prabowo Government
  • Ceria Corp, Indonesia’s Green Nickel Pioneer, Restores 200 Hectares of Former Mine Land Through ESG Initiatives
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.