• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 13, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Rusia Desak Negara Teluk Bangun Sistem Keamanan Bersama

by Redaksi Asiatoday
January 16, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Rusia Desak Negara Teluk Bangun Sistem Keamanan Bersama

ASIATODAY.ID, NEW DELHI – Rusia mendorong negara-negara teluk agar membangunan sistem keamanan bersama di kawasan.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Viktorovich Lavrov mengatakan bahwa Moskow mendesak negara-negara Teluk mempertimbangkan suatu mekanisme keamanan bersama untuk wilayah itu.

“Kami mengusulkan ke negara-negara Teluk untuk memikirkan tentang mekanisme keamanan bersama, memulai dengan rasa percaya membangun langkah-langkah dan mengundang satu sama lain untuk pelatihan militer,” kata Lavrov dalam konferensi keamanan di New Delhi, melansir Antara, Kamis (16/01/2020).

RelatedPosts

Mass Student Protest Erupts in Indonesia Over Cost-of-Living Crisis

Indonesian Navy Intercepts Billion-Dollar Rare Earth Shipment With Radioactive Content

Indonesian Students Revive Reform-Era Protests, Mounting Pressure on Prabowo Government

Ketegangan-ketegangan di Teluk meningkat setelah Amerika Serikat membunuh komandan militer utama Iran Jenderal Qassem Soleimani dengan serangan pesawat nirawak saat iring-iringan Soleimani berada di bandara Baghdad.

Gugurnya Soleimani itu dibalas oleh Iran dengan menembakkan roket-roket ke arah pangkalan militer Irak tempat pasukan Amerika beroperasi di kawasan Teluk. Ketegangan semakin meninggi setelah pada hari yang sama, Rabu (8/1) pesawat sipil milik Ukraine International Airline jatuh beberapa saat setelah lepas landas dari bandara Teheran.

Iran semula membantah pesawat tersebut jatuh karena tertembak rudal, namun akhirnya Iran mengakui telah terjadi kesalahan fatal yang tak bisa dimaafkan.

Presiden Iran Hassan Rouhani dalam pidato resmi di televisi nasional Iran mengatakan akan menghukum semua pihak yang bertanggung jawab atas jatuhnya pesawat, yang sebelumnya diakui dilakukan oleh pasukan militer Iran karena human error tersebut.

Ketegangan yang terjadi di kawasan Teluk mengakibatkan sejumlah kepala negara menyerukan kepada Amerika maupun Iran agar segera kembali ke meja perundingan untuk membahas kesepakatan nuklir Iran pada 2015 yang tiga tahun kemudian ditinggalkan AS. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: Konflik Iran-AmerikaRusia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Bank Jakarta and Blibli Launch Engagement Store at Jakarta Fair 2026
  • Mass Student Protest Erupts in Indonesia Over Cost-of-Living Crisis
  • Indonesian Navy Intercepts Billion-Dollar Rare Earth Shipment With Radioactive Content
  • Indonesian Students Revive Reform-Era Protests, Mounting Pressure on Prabowo Government
  • Ceria Corp, Indonesia’s Green Nickel Pioneer, Restores 200 Hectares of Former Mine Land Through ESG Initiatives
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.