• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Rusia Mulai Gunakan UnionPay China untuk Transaksi Luar Negeri

by Redaksi Asiatoday
March 7, 2022
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
Rusia Mulai Gunakan UnionPay China untuk Transaksi Luar Negeri 1

UnionPay, sistem pembayaran milik China untuk kepentingan transaksi luar negeri. Dok

ASIATODAY.ID, MOSKOW – Perbankan di Rusia mulai menggunakan sistem pembayaran milik China, UnionPay untuk kepentingan transaksi luar negeri.

Hal ini dilakukan setelah serangkaian sanksi ekonomi negar-negara barat terhadap Rusia. Uni Eropa dan G7 telah mengeluarkan Rusia dari Society for Worldwide Interbank Financial Telecommunication (SWIFT).

Sanksi SWIFT melumpuhkan kemampuan Rusia untuk berdagang dengan sebagian besar dunia. SWIFT menghubungkan 11.000 institusi finansial di seluruh dunia.

RelatedPosts

Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

Yang terbaru, layanan Visa Inc., dan Mastercard Inc., juga menangguhkan layanan di Rusia seiring invasi ke Ukraina.

Mengutip Bloomberg, Senin (7/3/2022), dengan menggunakan layanan dari UnionPay yang telah beroperasi di 180 negara, perbankan dapat melayani transfer nasabah di Rusia ke luar negeri.

Seperti diketahui, Visa dan Mastercard mengatakan bahwa setiap transaksi kartunya yang dilakukan di Rusia tidak akan lagi berfungsi di luar negeri mulai 10 Maret. Sementara itu, kartu yang dikeluarkan oleh bank domestik akan terus berfungsi di Rusia menggunakan sistem pembayaran negara.

Bank swasta terbesar di Rusia, Alfa-Bank JSC sudah mulai menawarkan layanan dengan UnionPay. Namun bank seperti Tinkoff Bank dan Raiffeisen Bank sedang mempertimbangkan hal tersebut.

Perlu diketahui, sistem pembayaran internasional negara UnionPay merupakan penyedia bagi hampir seluruh layanan pembayaran kartu di China.

Visa dan Mastercard telah bergabung dalam daftar perusahaan internasional yang menangguhkan operasionalnya di Rusia sebagai tanggapan atas invasi Presiden Vladimir Putin ke Ukraina.

Langkah ini semakin mengisolasi ekonomi Rusia. Kartu yang diterbitkan di luar Rusia tidak akan berfungsi di ATM atau gerai di dalam negeri, kata perusahaan tersebut.

Bank sentral Rusia mendorong masyarakat menggunakan uang tunai di luar negeri. Sementara itu, sistem pembayaran negara, Mir, masih bisa digunakan di Turki, Vietnam, Armenia, Belarus, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Tajikistan dan wilayah yang memisahkan diri Ossetia Selatan dan Abkhazia. (ATN)

Tags: RusiaSWIFTUnionPay
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.