• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Schneider Electric Hadirkan EVlinkTM, Dukung Kendaraan Listrik di Indonesia

by Redaksi Asiatoday
September 16, 2019
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Schneider Electric Hadirkan EVlinkTM, Dukung Kendaraan Listrik di Indonesia

Schneider Electric dukung era kendaraan listrik Indonesia. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Schneider Electric, perusahaan global dalam transformasi digital di pengelolaan energi dan otomasi, mendukung ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

Dengan menghadirkan EVlinkTM, Shneider Electic siap memberi solusi untuk pengisian daya kendaraan listrik. Nantinya, inovasi itu akan diperkenalkan di ajang Electric & Power Indonesia 2019.

Didalam pameran yang akan berlangsung dari 11-14 September 2019 di JIEXPO Kemayoran ini, Schneider Electric memperlihatkan kecanggihan teknologi dari solusi EVlinkTM yang dapat mengelola beban pengisian daya kendaraan listrik secara pintar.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

EVlinkTM juga memiliki fitur untuk mengontrol dan mengawasi penggunaan daya kendaraan listrik dengan platform terbuka yang memungkinkan pengaplikasian di berbagai kebutuhan berbeda-beda.

Saat ini, pasar kendaraan listrik global pada tahun 2017 bernilai $118.864,5 juta, dan diproyeksikan mencapai $567.299,8 juta pada tahun 2025, tumbuh pada CAGR sebesar 22,3 persen dari 2018 hingga 2025.

J.P. Morgan memperkirakan penjualan kendaraan listrik akan berkontribusi sebesar 30 persen terhadap total penjualan kendaraan pada 2025.

Sementara itu International Energy Agency memperkirakan pada tahun 2030 akan terdapat 125 juta mobil listrik yang beroperasi di jalan raya secara global.

Indonesia sendiri menargetkan produksi mobil listrik mencapai 30 persen dari total produksi pada tahun 2030 yang diharapkan dapat menopang target penekanan emisi gas rumah kaca sebesar 29 persen dan menjaga kemandirian energi nasional.

Country President Schneider Electric Indonesia, Xavier Denoly mengatakan kebijakan global untuk menekan ketergantungan pada bahan bakar minyak dan mengurangi emisi gas rumah kaca akan semakin meningkatkan pertumbuhan produksi dan permintaan kendaraan listrik.

Pertumbuhan ini harus diikuti dengan pembangunan ekosistem kendaraan listrik yang modern dan terintegrasi dengan infrastruktur pengisian daya pintar (smart charging station).

“Karena itu stasiun pengisian daya pintar dapat menyediakan layanan yang dapat membantu meningkatkan kualitas dan keandalan daya, dan mendorong peningkatan efisiensi energi,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Kamis (12/9/2019).

Menurut Xavier, seiring dengan bertambahnya produksi kendaraan listrik dengan lebih dari 350 model yang sarat fitur-fitur baru pada 2025, permintaan akan infrastruktur pengisian daya yang andal akan semakin meningkat.

“Schneider Electric siap memenuhi permintaan itu dan mempercepat adopsi kendaraan listrik secara global termasuk di Indonesia dengan berbagai tipe stasiun pengisian daya mulai dari solusi pengisian daya rumahan (EVLink Wallbox, EVLink Smart Wallbox), solusi bangunan komersial (EVLink Parking), solusi ruang publik (EVLink City), dan solusi pengisian daya cepat (Pulse QC50),” jelasnya.

Solusi Schneider Electric yang komprehensif memungkinkan pengguna untuk mengelola penggunaan energi mereka dengan lebih baik dan terintegrasi dengan EVLink Energy Management (Sistem Manajemen Energi).

Dengan EVlink Energy Management System, pemilik atau operator infrastruktur pengisian daya dapat mengoptimalkan dan mengelola infrastruktur pengisian daya mereka dengan lebih efisien dan hemat biaya.

“Ketika stasiun pengisian daya kendaraan listrik memiliki permintaan tinggi terhadap daya listrik yang dapat melebihi kapasitas ketersediaan daya, EVlink Energy Management System dapat mengidentifikasi dan mengelola permintaan tersebut untuk menghindari terjadinya overload,” paparnya.

“EVlink Energy Management System juga dapat menyediakan satu titik akses untuk sistem back-end pihak ketiga untuk menghubungkan stasiun pengisian daya kendaraan listrik dengan pengawasan jarak jauh, memungkinkan untuk dukungan teknis jarak jauh dan optimalisasi penggunaan energi,” tandasnya. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Industri Kendaraan ListrikIndustri Mobil ListrikKendaraan ListrikMobil ListrikSchneider Electric
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.