• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Tuesday, July 14, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Sejumlah Perusahaan AS Alihkan Investasi ke Asia Tenggara

by Redaksi Asiatoday
July 22, 2019
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Sejumlah Perusahaan AS Alihkan Investasi ke Asia Tenggara 1

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Perang dagang menyebabkan banyak negara melarikan investasinya dari Tiongkok. Banyak perusahaan itu yang memilih merelokasi pabriknya ke negara di Kawasan Asia Tenggara untuk menghindari beban produksi yang besar karena tarif impor.

Berdasarkan laporan dari Nikkei Asian Review yang dilansir Minggu (21/7/2019), Google, Nintendo, Dell dan beberapa perusahaan lainnya dengan jumlah 50 perusahaan memilih memindahkan pabriknya ke Kawasan Asia Tenggara.

Nintendo yang kerap membuat konsol game dengan merek Nintendo Switch memindahkan basis produksinya ke Vietnam. Google memindahkan basis motherboard cloud dan produksi rumah pintarnya ke Taiwan dan Malaysia. Hewlett Packard dan Dell juga berencana memindahkan investasinya ke Asia Tenggara.

RelatedPosts

Freeport’s Grasberg Recovery: 21 Tonnes of Gold Target in 2026

Japan’s Takeda Places US$30 Million Bet on Indonesia’s Biopharma Ambition

ASEAN’s Chip Race: Indonesia and Malaysia Forge New Semiconductor Alliance

Kenyataan ini karena permintaan barang perusahaan AS yang berbasis di Tiongkok turun 13 persen pada Semester pertama 2019. Sementara permintaan perusahaan AS di Asia Tenggara naik 34 persen.

Apple dikabarkan akan memangkas 15 hingga 30 persen dari biaya produksinya ketika keluar dari Tiongkok. Keputusan Apple ini bukan karena perang dagang semata, tetapi karena ada kepentingan jangka panjang bagi Apple.

“Pertumbuhan penduduk yang rendah, tingginya tenaga kerja dan risiko menaruh investasi dalam satu negara,” kata perwakilan Apple.

Apple juga akan memindahkan basis iPhonenya ke India dan Vietnam. Apple dikabarkan akan memulai produksi perdana untuk AirPods di Vietnam, sebagai basis utama untuk produksi massal.

Keluarnya produsen dari AS karena perang dagang ini membuat ekonomi Tiongkok tumbuh terendah selama 27 tahun terakhir. Perwaklian dari Badan Pusat Statistik Tiongkok Mao Shengyong mengatakan ketidakseimbangan dan rendahnya pertumbuhan masih akut, ekonomi masih mengalami tekanan.

Lambatnya perekonomian Tiongkok memengaruhi perdagangan global. WEF memprediksi bahwa perang dagang bisa mengurangi PDB global sebesar 0,7 persen dari 2,8 persen di 2019. Kepala ekonom Morgan Stanley mengatakan bahwa perang dagang akan menimbulkan resesi selama setahun. (AT)

Tags: AsiaAsia BusinessAsia InvestAsia TerkiniChina InvestDellInvestasi GlobalNintendoPerusahaan Amerika
No Result
View All Result

Terbaru

  • California Seeks Strategic Partnership with Indonesia
  • Indonesia’s Geothermal Future Put to the Test in NTT
  • FBI Joins Indonesia Corruption Probe as Gold and Millions in Cash Raise Global Scrutiny
  • Energy and Food Price Shocks Put Asia-Pacific on Alert
  • Global Waste-to-Energy Giants Enter Indonesia’s Green Infrastructure Race
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.