• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Tuesday, July 14, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Sempat Kontroversi, Indonesia Batalkan Rencana Ekspor Benih Lobster

by Redaksi Asiatoday
December 27, 2019
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Sempat Kontroversi, Indonesia Batalkan Rencana Ekspor Benih Lobster

ASIATODAY.ID, LOMBOK – Setelah sempat menjadi kontroversi, Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo menyatakan wacana ekspor benih lobster tidak diteruskan.

Menteri Edhy menegaskan hal itu usai meninjau kawasan pembudidaya lobster di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis, 26 Desember 2019.

“Untuk regulasi terkait larangan ekspor benih lobster, kepiting dan rajungan, nanti yang bakal dievaluasi hanya yang terkait dengan langkah pembudidayaan dan penangkapan,” ujar Edhy melansir Antara.

RelatedPosts

California Seeks Strategic Partnership with Indonesia

FBI Joins Indonesia Corruption Probe as Gold and Millions in Cash Raise Global Scrutiny

Energy and Food Price Shocks Put Asia-Pacific on Alert

Dia melanjutkan perlu pengaturan untuk pembudidayaan lobster, sebab bila telah dikembangkan secara masif diduga ada potensi penyakit.

Sementara itu, mantan Menteri KKP Susi Pudjiastuti menanggapi melalui akun Twitter-nya. Susi meminta agar pemerintah tetap waspada.

“Pengambilan bibit di alam semestinya tidak untuk komersial besar-besaran,” cuit Susi.

Dia mencontohkan dalam cuitnya. Sidat yang telah dilarang tetap diakali para penyelundup dengan alasan budidaya.

“Ditangkaplah glasseel/ bibit sidat untuk pembesaran. Alasan budidaya. Ternyata tetap diselundupkan,” imbuhnya.

Merespon hal itu, Koordinator Destructive Fishing Watch (DFW) Indonesia, Moh Abdi Suhufan, menilai keputusan Edhy menghentikan wacana eskpor benih adalah hal positif. Dia menerangkan kontroversi seputar wacana ekspor benih lobster selama ini dinilai tidak produktif.

“Artinya Menteri Kelautan dan Perikanan mendengar input para pihak dan menyudahi kontroversi yang berkembang dua minggu ini,” kata Abdi.

Dia menyarankan Edhy untuk memberi insentif kepada pembudidaya lobster. Dengan begitu lobster bisa berkembang di dalam negeri, tanpa melakukan ekspor benih.

“Insentif yang dapat diberikan terkait bantuan teknis serta menempatkan petugas atau staf KKP yang memahami teknik budidaya untuk pendampingan kepada kelompok pembudidaya,” terangnya.

Sebelumnya, Edhy berencana mengkaji ulang kebijakan yang dijalankan era Susi. Yakni soal larangan ekspor benih lobster.

LAturan soal benih lobster sebelumnya tertuang dalam Peraturan Menteri Kelautan Dan Perikanan (Permen-KP) Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penangkapan Lobster, Kepiting dan Rajungan. Selain itu ada pula Permen-KP Nomor 56 Tahun 2016 tentang Larangan Penangkapan Dan/atau Pengeluaran Lobster, Kepiting, dan Rajungan Dari Wilayah Negara Republik Indonesia. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: Kementrian KKPLobsterSusi Pudji Astuti
No Result
View All Result

Terbaru

  • California Seeks Strategic Partnership with Indonesia
  • Indonesia’s Geothermal Future Put to the Test in NTT
  • FBI Joins Indonesia Corruption Probe as Gold and Millions in Cash Raise Global Scrutiny
  • Energy and Food Price Shocks Put Asia-Pacific on Alert
  • Global Waste-to-Energy Giants Enter Indonesia’s Green Infrastructure Race
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.