ASIATODAY.ID, JENEWA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan bahwa anak muda tidak kebal terhadap wabah coronavirus (covid-19) dan harus menghindari bersosialisasi dan menularkannya kepada orang lanjut usia.
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan pilihan yang diambil pemuda “dapat menjadi penentu hidup dan mati seseorang” di tengah pandemi global wabah corona.
Pernyataan WHO disampaikan usai munculnya sejumlah laporan bahwa pemuda di banyak negara cenderung meremehkan peringatan kesehatan terkait covid-19. Mereka cenderung menganggap remeh karena lansia merupakan kelompok paling rentan terhadap virus mematikan tersebut.
Covid-19 pertama kali terdeteksi di China pada akhir Desember. Namun kini pusat pandeminya bergeser di Eropa dengan Italia sebagai negara dengan angka kematian tertinggi.
Kematian akibat covid-19 secara global kini telah melampaui 11 ribu, dengan total kasus melewati 272 ribu.
“Meski lansia adalah kelompok paling rentan, anak muda juga bisa terkena,” tutur Tedros, dilansir BBC, Sabtu (21/3/2020).
“Saya punya pesan untuk para pemuda: Anda semua tidak kebal. Virus ini dapat membuat Anda dirawat di rumah sakit selama berpekan-pekan, dan bahkan dapat membunuh Anda. Walau Anda merasa tidak sakit, pilihan yang Anda ambil dapat menjadi penentu hidup dan mati seseorang,” Tedros menambahkan.
Sementara itu, Tedros menyambut baik perkembangan di kota Wuhan, provinsi Hubei, China. Kamis kemarin, Wuhan mencatat tidak adanya kasus baru covid-19. Ia menilai hal tersebut menghadirkan “harapan bagi seluruh dunia bahwa situasi terburuk pun dapat diakhiri.”
Sejumlah studi menunjukkan orang dari semua kelompok usia dapat terinfeksi covid-19. Namun sejumlah studi juga menunjukkan covid-19 lebih berbahaya bagi lansia atau yang sudah mengidap penyakit tertentu.
Saat ini rata-rata usia pasien yang meninggal akibat covid-19 di Italia adalah 78,5 tahun. Menurut New York Times, sekitar 1 persen pasien yang tewas akibat covid-19 di China berusia di bawah 50 tahun.
WHO kini merekomendasikan “jarak fisik” ketimbang “social distancing” untuk membantu mencegah penularan covid-19. (ATN)
,’;\;\’\’
