• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, June 24, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Siapkan Capex Rp2,84 Triliun, Antam Genjot Produksi Nikel dan Smelter

by Redaksi Asiatoday
April 8, 2021
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Potensi Capai 1 Miliar Ton, Komisi VII Dorong Perbaikan Tata Kelola Tambang di Sultra

Tambang bijih Nikel PT Antam Pomalaa, di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) senilai Rp2,84 triliun pada tahun ini untuk menggenjot produksi nikel dan menyelesaikan proyek smelter pada 2021.

Menurut SVP Corporate Secretary Aneka Tambang Kunto Hendrapawoko, tahun ini ANTM mematok target produksi dan penjualan bijih nikel secara agresif dan ambisius.

ANTM menargetkan produksi bijih nikel sebesar 8,84 juta wet metrik ton (wmt), sedangkan penjualan sebesar 6,71 juta wmt. Pada 2020 produksi bijih nikel ANTM hanya sebesar 4,6 juta wmt dengan penjualan hanya sebesar 3,3 juta wmt.

RelatedPosts

Indonesia Nickel Industry Hit by Sulfur Squeeze as Global Market Tightens

Indonesia’s $2.5 Billion Nickel Bet Faces Global ESG Test as Investment Boom Accelerates

Trois Films and South Korea’s JJan E&M Forge Strategic Partnership in Film Industry

Kunto mengungkapkan, target agresif ini untuk menjawab kebutuhan domestik seiring dengan meningkatnya aktivitas smelter, membaiknya industri, dan kenaikan harga komoditas.

“Saat ini, Antam terbuka terhadap segala peluang yang akan mendukung penguatan bisnis komoditas utama perseroan mulai dari hulu hingga hilir yang diharapkan memperkuat kinerja positif perseroan,” kata Kunto usai mengikuti Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) 2020 Antam, Rabu (7/4/2021).

Kunto menjelaskan, alokasi capex itu akan digunakan pengembangan rutin, usaha, proyek, dan keperluan lainnya. Alokasi capex terbesar digunakan pengembangan usaha, termasuk penyelesaian proyek smelter feronikel di Halmahera Timur, dan smelter grade alumina refinery (SGAR) yang bekerja sama dengan MIND ID.

Capex tersebut bersumber dari perseroan dan sebagian dari pendanaan eksternal.

Menurut Kunto, saat ini perseroan sedang menjajaki alternatif instrumen pendanaan eksternal dengan mempertimbangkan cost of fund yang paling kompetitif bagi perseroan.

“Tahun ini perseroan akan fokus untuk ekspansi di bisnis penghiliran mineral. Hal tersebut tercermin dari upaya perseroan untuk terus mengejar penyelesaian proyek smelter Feronikel dan SGAR sehingga dapat segera berkontribusi terhadap kinerja perseroan di tengah outlook nikel yang semakin positif,” imbuhnya.

Hingga akhir 2020, progres konstruksi smelter Feronikel di Halmahera Timur sudah mencapai 98 persen. Pabrik Feronikel Haltim line-1 nantinya akan memiliki kapasitas 13.500 ton nikel dalam feronikel (TNi).

Dengan demikian, setelah rampung smelter itu akan menambah portfolio kapasitas produksi total tahunan perseroan menjadi 40.500 TNi, dari kapasitas saat ini hanya sebesar 27.000 TNi.

ANTM juga menjadi salah satu korporasi yang tergabung dalam Indonesia Battery Corporation, holding BUMN yang menaungi industri baterai kendaraan listrik mulai dari hulu hingga hilir bersama dengan MIND ID, Pertamina dan PLN. Dalam rantai industri tersebut perseroan berkomitmen untuk memasok bahan baku baterai kendaraan listrik berbasis nikel. (ATN)

Tags: Hilirisasi NikelNikelPT AntamSmelter Feronikel
No Result
View All Result

Terbaru

  • Cambodia Secures $63 Million ADB-Backed Battery Project to Accelerate Clean Energy Transition
  • UN Chief Warns of “Twin Crises” as Climate and Energy Shocks Converge
  • Firmed Solar Undercuts Most of Asia’s Planned Gas, and EVs Can Save Over $300 Billion a Year in Oil Imports
  • Indonesia Seeks Alliance of Island Nations to Push Climate Mobility Agenda Ahead of COP31
  • Indonesia Nickel Industry Hit by Sulfur Squeeze as Global Market Tightens
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.