• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Sunday, June 21, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home TRAVEL/TOURISM

Singapura Izinkan Masuk Traveler dari 10 Negara Afrika

by Redaksi Asiatoday
December 28, 2021
in TRAVEL/TOURISM
Reading Time: 1 min read
A A
0
Singapura Mulai Filter Pendatang dari Indonesia

Bandara internasional Changi, Singapura. Dok

ASIATODAY.ID, SINGAPURA – Kementerian Kesehatan Singapura pada Minggu (26/12/2021) malam mengumumkan bahwa negeri itu telah mencabut larangan bagi traveler dari 10 negara Afrika untuk masuk atau transit di Singapura.

Negara-negara tersebut yakni Botswana, Eswatini, Ghana, Lesotho, Malawi, Mozambik, Namibia, Nigeria, Afrika Selatan, dan Zimbabwe.

“Mulai pukul 23.59 pada hari Minggu, penumpang yang tiba di Singapura dengan riwayat perjalanan ke negara-negara tersebut dalam 14 hari terakhir akan berada di bawah tindakan perbatasan Kategori IV negara tersebut,” demikian siaran resmi, Kementerian Kesehatan Singapura yang dimonitor Selasa (28/12/2021).

RelatedPosts

Bali Branded Unsafe as South Korea Issues Travel Warning

War Fallout Dims Dubai’s Glitter

Middle East War Shocks Global Travel: Over 4,500 Foreign Tourists Stranded in Thailand

Artinya, mereka harus menjalani tes polymerase chain reaction (PCR) dalam waktu dua hari sebelum keberangkatan ke Singapura, serta tes PCR pada saat kedatangan. Mereka juga harus melayani pemberitahuan tinggal di rumah selama 10 hari di fasilitas khusus. Tes PCR lainnya akan dilakukan pada akhir masa karantina mereka.

Sebelumnya, pemegang izin jangka panjang dan pengunjung jangka pendek dengan riwayat perjalanan baru-baru ini ke negara-negara Afrika ini tidak diizinkan masuk atau transit di Singapura, menyusul laporan awal kasus Omicron di sana.

Warga negara Singapura dan penduduk tetap yang kembali dari negara-negara ini harus menjalani pemberitahuan tinggal di rumah selama 10 hari di fasilitas khusus.

Kementerian Kesehatan Singapura mengatakan, pada awalnya mereka menambahkan “pendekatan penahanan risiko yang lebih hati-hati” untuk mengurangi penyebaran varian COVID-19 Omicron ke Singapura.

“Varian Omicron telah menyebar luas di seluruh dunia. Singapura memperbarui pembatasan perjalanannya,” sebut pernyataan Kementerian Kesehatan Singapura.

“Ketika situasi global berkembang, kami akan terus menyesuaikan langkah-langkah perbatasan kami seiring dengan peta jalan kami untuk menjadi negara yang tahan terhadap COVID,” lanjut pernyataan tersebut. (ATN)

Tags: Singapura
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Becomes ASEAN’s Top Rice Producer, Ranks Fourth Globally, FAO Says
  • Indonesia Leads Regional Green Alliance Against Cross-Border Pollution
  • UNHCR Commends Indonesia’s Commitment to Protecting Refugees
  • Putin Calls for National Currency Settlements at Asian Leaders’ Summit
  • Jakarta Breaks Into World’s Top 53 Cities of 2026, Outranking Washington DC and Abu Dhabi
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.