ASIATODAY.ID, JAKARTA – Spanyol akan mengimpor besar-besaran buah-buahan dari Indonesia.
Pasalnya, 4 eksportir pertanian Indonesia baru saja menandatangani kontrak dagang dengan Spanyol senilai total USD78,9 juta atau setara Rp1,1 triliun yang akan direalisasikan pada tahun 2022.
Kontrak tersebut diraih dalam tur promosi pertanian yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertanian (Kementan) di 10 negara.
Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) Kementerian Pertanian (Kementan) Bambang mengatakan, 4 eksportir yang berhasil mendapatkan kontrak dagang adalah eksportir kopi asal Bandung, CV Frinsa Agrolestari, yang menandatangani kontrak dengan Nordic.
Kemudian eksportir hortikultura, PT. Nusantara Segar Global atau Java Fresh asal Tasikmalaya berhasil menandatangani kontrak dengan BUD Holland untuk komoditas manggis, manggis, jeruk purut dan jeruk kalamansi serta salak.
“Untuk Jeruk purut dan Kalamansi, khususnya di Eropa masih sangat terbuka,” ujar Bambang melalui keterangan tertulisnya, Jumat (3/12/2021).
Sementara, kontrak dagang juga diraih oleh PT Great Giant Pineapple asal Lampung dengan PPI Canned Food SL untuk komoditas nanas irisan dalam kaleng.
Serta satu kontrak dagang untuk komoditas asal sub sektor peternakan berupa premix juga mendapatkan perpanjangan kontrak dagang PT Cheil Jedang Indonesia dan Quimidroga ASA.
Menurut Bambang, nilai kontrak Rp1,1 triliun ini masih belum termasuk kontrak dagang komoditas sawit dan produk turunannya serta karet yang sangat diminati Spanyol.
Melalui kunjungan ke Spanyol diharapkan dapat memberikan semangat bagi para diaspora untuk mendukung ekspor komoditas pertanian Indonesia.
“Kami, khususnya di Barantan akan menjamin kesehatan, keamanan dan memenuhi persyaratan teknis dan aturan negara tujuan,” tandasnya. (ATN)
