• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, July 10, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Sri Mulyani: Ekonomi Indonesia Sudah Terkontraksi, Belum Sampai Krisis

by Redaksi Asiatoday
March 26, 2020
in News
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Pandemi Global Virus Corona Picu Krisis Ekonomi

Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pandemi global wabah coronavirus (Covid-19) kian dirasakan dampaknya oleh seluruh dunia. Tidak hanya menginfeksi kesehatan saja, melainkan sudah menggerogoti ekonomi dunia. Bahkan dibeberapa negara, virus corona ini sudah menimbulkan krisis ekonomi. Bagaimana dengan Indonesia?

Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dampak virus corona ini sudah mulai terasa bagi perekonomian dalam negeri. Salah satu contohnya adalah terus melemahnya nilai tukar rupiah hingga saat ini sudah mendekati angka Rp17.000 per USD.

Sri Mulyani mengakui, kejadian ini memang masih relatif lebih stabil ketika krisis keuangan pada 2008 lalu. Namun menurutnya, jika tak ditangani secara cepat, dampak ekonomi dari virus corona ini bisa lebih parah dibandingkan dengan krisis ekonomi di 2008.

RelatedPosts

Indonesia Scores Key WTO Victory as EU Fatty Acid Duties Breach Global Trade Rules

Indonesia Launches Midwifery Reform to Cut Maternal Deaths

Sri Lanka Reclaims Upper-Middle-Income Status After Historic Economic Recovery

“Ekonomi kontraksi tapi tidak berarti krisis. Ini yang sedang dilakukan. Agar krisis ini tidak menbulkan spill over ke krisis ekonomi sosial dan terutama di sektor keuangan seperit yang terjadi di 2008 dan 2009 di mana bank-bank dan lembaga keuangan bangkrut,” jelasnya, dalam telekonferensi, Selasa (24/3/2020) malam.

Dikatakan, saat ini pemerintah tengah mengupayakan seluruh negara G20 agar bisa mencegah krisis ekonomi akibat pandemik virus ini. Salah satunya bekerjasama dan membantu setiap negara dalam melawan virus Covid-19 khususnya di bidang kesehatan.

“Ini kita lihat agar krisis ini bisa tercontain atau dicegah pada level masalah kesehatan. Dan sedikit pada masalah ekonominya tapi tidak berkelanjutan,” jelasnya.

KTT Luar Biasa

Hari ini, Presiden Joko Widodo diagendakan mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa G20 yang akan membahas penanganan pandemi global wabah coronavirus (Covid-19).

KTT Luar Biasa secara virtual itu akan diikuti para Kepala Negara anggota G20.

Kepala Negara Arab Saudi, Raja Salman sebagai Presidensi G20 tahun 2020 akan memimpin KTT. Konferensi Tingkat Tinggi tersebut akan berlangsung pada Kamis, 26 Maret 2020 pukul 19.00 malam. Diharapkan konferensi para Kepala Negara G20 dapat menghasilkan suatu pernyataan bersama terkait Covid-19.

Pada pertemuan tersebut, Presiden RI Joko Widodo akan berdiskusi secara online dengan para pemimpin negara anggota G20 dan organisasi internasional terkait di antaranya PBB, WHO, Bank Dunia, dan IMF.

“Dengan tujuan untuk membahas tidak saja penanganan krisis pandemik, tetapi juga dampak ekonomi dan sosial yang berpengaruh pada global supply-chain,” demikian keterangan resmi Kementerian Luar Negeri, yang diterima Rabu (25/3/2020).

IMF memproyeksikan bahwa dampak Covid-19 berpotensi menimbulkan resesi seburuk krisis ekonomi global pada 2008. Untuk itu, pertemuan G20 kali ini sangat dinanti-nanti guna mendukung stabilitas keuangan dan perekonomian dunia.

Presiden RI akan berpartisipasi dalam KTT G20 tersebut untuk mendorong solidaritas global yang memerlukan aksi bersama dan terkoordinasi, seperti kepentingan untuk kebutuhan akses dan keterjangkauan peralatan kesehatan dan vaksin.

“Bagi Indonesia dan negara berkembang lainnya, dukungan pendanaan dalam mekanisme bilateral, regional ataupun multilateral secara global perlu didukung dengan peningkatan kerja sama internasional dalam memerangi Covid-19 dan segala dampak ekonomi dan sosialnya,” jelas Kemenlu.

Aspek perdagangan internasional dan kerja sama internasional juga menjadi pokok bahasan utama guna menjamin kelancaran arus barang dan jasa, serta penguatan upaya global dalam merespon COVID-19.

Sebelum diselenggarakannya KTT G20 Luar Biasa Virtual, G20 telah melaksanakan pertemuan virtual Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20 pada 23 Maret 2020, serta pertemuan Sherpa G20 pada 25 Maret 2020.

Pada pertemuan virtual para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral, telah dibahas paket stimulus dalam kerangka Covid-19. Di samping itu, organisasi internasional seperti Bank Dunia dan IMF juga sepakat untuk mengeluarkan bantuan pendanaan guna meredam dampak pandemik Covid-19 terhadap perekonomian global.

Dalam pertemuan Sherpa G20, Indonesia telah menyampaikan perlunya G20 fokus mendukung negara berkembang dan Least Developed Countries (LDCs) sebagai pihak yang diperkirakan paling rentan terhadap dampak pandemi Covid-19.

G20 dibentuk tahun 1999 dan merupakan forum utama kerja sama ekonomi internasional yang memiliki posisi strategis. Negara anggota G20 secara kolektif mewakili 85 persen GDP dunia, 75 persen perdagangan global dan 2/3 penduduk dunia. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Corona IndonesiaCoronavirusCOVID-19G20Krisis EkonomiKTT G20Resesi EkonomiResesi Global
No Result
View All Result

Terbaru

  • ABAC Calls for Open Trade and AI-Led Growth Across Asia-Pacific
  • Jakarta Geopolitical Forum 2026: Indonesia Defines Its Strategic Role in a Fragmented World
  • Indonesia–Morocco Build ASEAN–Africa Trade Bridge
  • Indonesia Taps AI and Global Technology to Strengthen Upstream Investment
  • Australia and Indonesia Strengthen Strategic Partnership Through Cultural Diplomacy
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.