• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 23, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Studi Ungkap Kaitan Pertumbuhan Kembali Tanduk Rusa dengan Regenerasi Tulang Manusia

by Redaksi Asiatoday
February 28, 2023
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 1 min read
A A
0
Studi Ungkap Kaitan Pertumbuhan Kembali Tanduk Rusa dengan Regenerasi Tulang Manusia

Kawanan rusa di Cagar Alam Nasional Gunung Helan di wilayah Araxan Kiri (Araxan Left Banner), Daerah Otonom Mongolia Dalam, China utara. Dok Xinhua

ASIATODAY.ID, XI’AN – Para ilmuwan China berhasil mengidentifikasi sekelompok sel punca pada rusa yang mendukung pertumbuhan kembali tanduk, membuka kemungkinan klinis baru bagi regenerasi organ pada manusia.

Mamalia sebagian besar kehilangan kemampuan untuk meregenerasi organ mereka, tetapi tanduk rusa menjadi pengecualian penting yang menawarkan model berharga untuk mempelajari regenerasi organ pada mamalia.

Para peneliti, yang dipimpin oleh pakar dari Universitas Politeknik Northwestern, menerbitkan sebuah studi dalam jurnal Science edisi terbaru mengenai atlas sel tunggal pertumbuhan kembali tanduk.

RelatedPosts

Pacific Climate Crisis: Papua’s Last Glacier Nears Extinction

Indonesia Leads Southeast Asia’s Push for Deep-Sea Research Independence

Australia and Indonesia Lead Regional Ocean Conservation Initiative

Mereka menemukan bahwa populasi sel progenitor blastema tanduk menunjukkan potensi regenerasi diri dan perbaikan jaringan tulang, sehingga memainkan peran penting dalam pemanjangan tanduk yang cepat.

Sel-sel progenitor tersebut berkembang dari tiga jenis sel mesenchymal, atau inisiator tanduk tahap paling awal, lima hari setelah tanduk tua terlepas dan kemudian terlihat menghasilkan sel tulang rawan in vivo dan in vitro, menurut studi itu.

Tim telah menemukan bahwa tikus memiliki jenis sel yang serupa, namun spesies nonmamalia tidak memilikinya, yang menunjukkan bahwa mamalia mungkin memiliki mekanisme regenerasi yang khas.

Mereka juga menggunakan transkriptomik sel tunggal untuk mengidentifikasi 151 gen yang terkait dengan pertumbuhan tulang, menurut studi tersebut.

Studi ini memberikan wawasan baru ke dalam pemahaman regenerasi mamalia dan pengembangan pengobatan regeneratif, papar para peneliti. (AT Network)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: ChinaSatwa Rusa
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Orders 12 Italian M-346 Jets to Boost Air Power
  • Indonesia Deepens Defense Ties with Malaysia and Türkiye
  • Indonesia’s New Shenzhen Rises in Batang SEZ
  • Indonesia’s Palm Oil Exports Hit US$30.87 Billion, B50 Drives Energy Transition
  • Indonesia Eyes Global Food Powerhouse Status
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.