• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, July 15, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Sulut Kapalkan 3.766 Ton Komoditas Pertanian ke 7 Negara di Asia dan Eropa

by Redaksi Asiatoday
August 31, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Saatnya Rempah Indonesia Berjaya di Pasar Asia, Eropa dan Amerika

Ekspor Indonesia melalui laut. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo melepas ekspor sejumlah komoditas pertanian di Minahasa Utara, Sulawesi Utara.

Tujuh negara di Asia dan Eropa jadi tujuan ekspor seperti Jerman, China, India, Singapura, Vietnam, Jepang, dan Turki.

Adapun komoditas yang diekspor diantarnya rempah pala biji, cengkeh, kelapa parut, minyak kelapa, santan kelapa dan bunga pala dalam keadaan sehat. Seluruh produk dikemas dalam muatan kontainer sebanyak 3.766 ton.

RelatedPosts

Freeport’s Grasberg Recovery: 21 Tonnes of Gold Target in 2026

Japan’s Takeda Places US$30 Million Bet on Indonesia’s Biopharma Ambition

ASEAN’s Chip Race: Indonesia and Malaysia Forge New Semiconductor Alliance

“Semua komoditas ini telah melewati serangkaian tindakan karantina pertanian untuk memenuhi persyaratan negara tujuan,” kata Syahrul melalui keterangan tertulisnya, Senin (31/8/2020).

Menurut Syahrul, komoditas unggulan ekspor asal Sulut tersebut bernilai Rp62,1 miliar. Seluruh produk dipastikan memenuhi persyaratan sanitari dan fitosanitari (SPS Measures) sesuai aturan dari tujuh negara tujuan ekspor.

Seluruh syarat perlu dipenuhi menghindari hambatan teknis dalam perdagangan atau technical barrier to trade. Negara tujuan ekspor seringkali sengaja mempermasalahkan kualitas produk, pengepakan, penandaan, dan persyaratan keamanan pangan.

“Pemenuhan persyaratan sanitari dan fitosanitari atau SPS Measure pada produk pertanian yang diperdagangkan menjadi sangat penting. Barantan selaku otoritas karantina memiliki peran strategis untuk menjamin kesehatan dan keamanan produk pertanian Indonesia mampu bersaing,” jelasnya.

Lebih lanjut, Syahrul mendorong proses integrasi layanan digital berupa layanan sertifikat digital atau e-Cert ke berbagai negara. Sertifikat dikirim secara elektronik dahulu, setelah disetujui barang dikirim sehingga pasti diterimanya tidak ada lagi penolakan atau reekspor.

“Saat ini baru empat negara, Australia, Selandia Baru, Vietnam, dan Belanda. Saya minta kalau bisa seluruh negara, ini targetnya,” imbuhnya. (ATN)

Tags: Asia BusinessAsia EropaEkspor IndonesiaEkspor PertanianKementanSulawesi Utara
No Result
View All Result

Terbaru

  • California Seeks Strategic Partnership with Indonesia
  • Indonesia’s Geothermal Future Put to the Test in NTT
  • FBI Joins Indonesia Corruption Probe as Gold and Millions in Cash Raise Global Scrutiny
  • Energy and Food Price Shocks Put Asia-Pacific on Alert
  • Global Waste-to-Energy Giants Enter Indonesia’s Green Infrastructure Race
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.