• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home GREEN ENERGY

Surabaya Segera Operasikan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

by Redaksi Asiatoday
August 13, 2020
in GREEN ENERGY
Reading Time: 2 mins read
A A
0
PLTSa Benowo 9 MW Segera Beroperasi

PLTSa Benowo, Surabaya, Jawa Timur. Ist

ASIATODAY.ID, SURABAYA – Kota Surabaya, Jawa Timur akan segera mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Benowo dengan kapasitas listrik 12 Mega Watt.

Saat ini pembangunan fisik PLTSa Benowo mencapai 100 persen dan kini sedang dalam tahapan pengujian dan pengecekan.

“Kami sedang menunggu datangnya ahli dari Beijing untuk memantau tahapan commissioning atau pengujian. Rencananya 18 Agustus tenaga ahlinya dia ke Surabaya,” kata Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini dalam keterangan tertulis Kamis (13/8/2020).

RelatedPosts

Bpfilters Launches Innovative B50 Biodiesel Filter Product

Indonesia Launches Asia’s Largest Cooperative-Based Renewable Energy Initiative

ASEAN Power Grid Gets Real: ADB Unleashes New Fund to Fast-Track Regional Energy Integration

PLTSa yang dibangun di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo ini, merupakan kerja sama antara Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dengan PT Sumber Organik (SO) yang menggunakan teknologi Gasifikasi Power Plant. Dari teknologi gasifikasi itu mampu menghasilkan listrik 12 MW melalui pengolahan sampah 1000 ton per hari.

Risma menjelaskan dari 12 MW yang dihasilkan PLTSa Benowo itu, nantinya yang akan dijual kepada PLN sebanyak 9 MW. Sedangkan 2 MW dikonsumsi sendiri untuk kebutuhan operasional dan sisa 1 MW redundant.

“Nantinya 2 MW untuk konsumsi (operasional) mereka (PT SO). Listriknya mereka gunakan sendiri, karena mereka juga butuh operasional. Sisanya yang 9 MW itu dijual ke PLN dan masih ada redundant 1 MW,” imbuhnya.

Menurut Risma, Pemkot Surabaya juga bakal dibantu Pemerintah Pusat untuk tipping fee sekitar 30 persen.

Risma sebelumnya telah bertemu dengan Presiden Joko Widodo menyampaikan kesiapan operasional PLTSa Benowo tersebut.

“Kita juga akan dibantu Pemerintah Pusat untuk tipping fee. Jadi kemarin kita sampaikan ke Pak Presiden kita akan dibantu 30 persen,” tandasnya. (ATN)

Tags: Energi Baru TerbarukanEnergi HijauGreen EnergyPembangkit Listrik Ramah LingkunganPLTSaSurabaya
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.