• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Swedia Ambil Alih Jabatan Presidensi Dewan Uni Eropa Selama 6 Bulan

by Redaksi Asiatoday
January 2, 2023
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Swedia Ambil Alih Jabatan Presidensi Dewan Uni Eropa Selama 6 Bulan

Bendera Uni Eropa (UE) dan Swedia berkibar di luar gedung Parlemen Swedia di Stockholm, Swedia, pada 1 Januari 2023. Foto Xinhua

ASIATODAY.ID, STOCKHOLM – Swedia pada Minggu (1/1) mengambil alih rotasi jabatan presidensi Dewan Uni Eropa (UE) selama enam bulan ke depan, yang sebelumnya dipegang oleh Republik Ceko.

Swedia akan memegang jabatan presidensi UE selama enam bulan hingga 30 Juni 2023.

Pada 14 Desember 2022, Perdana Menteri Swedia Ulf Kristersson menyampaikan sejumlah prioritas dalam presidensi Swedia, yaitu keamanan, ketahanan, kemakmuran, nilai-nilai demokrasi, dan supremasi hukum. Kristersson mengatakan kepada Parlemen negaranya bahwa

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

“Swedia mengambil alih presidensi pada saat UE menghadapi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Eropa yang lebih hijau, lebih aman, dan lebih bebas merupakan fondasi dari prioritas-prioritas kami.

Di bidang keamanan (atau persatuan), presidensi Swedia akan memprioritaskan “dukungan ekonomi dan militer yang berkelanjutan bagi Ukraina, serta dukungan untuk jalur Ukraina menuju UE,” menurut laman situs pemerintah Swedia, dillansir dari Xinhua, Senin (2/1/2023).

“Upaya untuk memerangi kejahatan lintas terorganisasi perbatasan akan dilanjutkan, merespons tuntutan sah warga untuk komunitas yang aman dan tenteram,” menurut laman situs itu.

Di bidang ketahanan (atau daya saing), “Uni Eropa harus terus memberikan kondisi terbaik untuk ekonomi yang sehat dan terbuka berdasarkan persaingan bebas, investasi swasta, dan digitalisasi yang berhasil,” papar laman situs itu, menambahkan bahwa presidensi Swedia akan berusaha untuk memperkuat pendekatan terkoordinasi bagi daya saing Eropa “sebagai prioritas dalam agenda politik.”

Di bidang kemakmuran (atau transisi hijau dan energi), laman situs itu menyebutkan bahwa presidensi Swedia akan melanjutkan upaya untuk mengatasi harga energi yang tinggi dan tidak stabil sembari menangani reformasi pasar energi jangka panjang.

Pemerintah Swedia juga menekankan perlunya menyediakan kerangka regulasi dan kebijakan yang tepat guna menarik investasi yang dibutuhkan untuk transisi menuju “masa depan yang hemat sumber daya dan bebas bahan bakar fosil.”

Sementara di bidang nilai-nilai demokrasi dan supremasi hukum, presidensi Swedia menekankan pentingnya menjunjung tinggi “prinsip supremasi hukum dan hak-hak fundamental”.

Kristersson dijadwalkan bertemu dengan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen di Kota Kiruna, Swedia utara, pada 13 Januari, dan dalam kesempatan itu mereka akan mengadakan pembicaraan mengenai rencana kerja terkait selama presidensi Swedia dan isu-isu yang perlu diselesaikan dalam waktu dekat.

Swedia bergabung dengan UE pada 1 Januari 1995, dan negara tersebut pernah dua kali memegang jabatan presidensi Dewan UE, yaitu pada 2001 dan 2009. (AT Network)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: SwediaUni Eropa
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.