• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Taiwan Jadi Barometer dalam Bidang Kesetaraan Gender di Asia

by Redaksi Asiatoday
January 9, 2021
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Taiwan Jadi Barometer dalam Bidang Kesetaraan Gender di Asia

Mobilitas sosial di Taiwan. Ist

ASIATODAY.ID, TAIPEI – Taiwan menjadi barometer dalam implementasi program kesetaraan gender di Asia.

Pada tanggal 5 Januari 2020, Komite Persamaan Gender Yuan Eksekutif (GEC) mengumumkan data tentang kesetaraan gender di Taiwan, dan menyebutkan bahwa menurut Gender Inequlity Index (GII) yang dikeluarkan oleh United Nations Development Program (UNDP), kesetaraan gender di Taiwan menempati urutan ke-6 secara global (naik 3 peringkat dari tahun lalu), dan menempati urutan pertama di Asia.

GII mengevaluasi situasi kesetaraan gender di berbagai negara dengan menggunakan 5 indikator dalam 3 aspek, yaitu kesehatan reproduksi, pemberdayaan, dan pasar tenaga kerja.
Dalam aspek tenaga kerja, pada tahun 2019 partisipasi wanita berusia 15 tahun ke atas dalam pasar tenaga kerja di Taiwan adalah 51,4 persen.

RelatedPosts

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme

Jika dibandingkan dengan pertumbuhan partisipasi laki-laki dalam pasar tenaga kerja, angka tersebut telah mengalami pertumbuhan dua kali lipat dalam 10 tahun terakhir, dan kesenjangan antar gender semakin mengecil.

Selain itu, pada tahun 2019, perbedaan rata-rata upah per jam antara pria dan wanita di Taiwan adalah 14,2 persen, atau mengecil 3,7 persen dibandingkan 10 tahun yang lalu.

Pencapaian Taiwan dalam memperkecil kesenjangan antara pria dan wanita dalam beberapa tahun terakhir telah mengungguli Jepang serta Korea Selatan, dan dalam 5 tahun terakhir tingkat pemberian subsidi bagi pria yang mengambil cuti di luar tanggungan untuk merawat bayi juga terus bertambah.

Mengenai kesetaraan hak untuk pernikahan sesama jenis, pada tahun 2019 Taiwan telah meloloskan undang-undang khusus untuk pernikahan sesama jenis, hingga bulan Mei 2020 jumlah pasangan sesama jenis yang telah mendaftarkan pernikahan di kantor catatan sipil ada 4.087 pasangan, 1.257 di antaranya adalah pasangan pria, dan 2.380 di antaranya adalah pasangan wanita.

Dikutip dari keterangan tertulis Kemlu Taiwan (MOFA), Sabtu (9/1/2021), GEC menjelaskan perbedaan gender di Taiwan turut disebabkan oleh pandangan tradisional masyarakat yang berpendapat pria lebih cocok menekuni bidang teknik, dan wanita menekuni bidang sosial. Akan tetapi, jumlah ilmuwan wanita di Taiwan saat ini telah mencapai 22,6 persen, dan telah mengungguli Jepang dan Korea Selatan, meskipun masih belum menembus angka 30 persen.

Yuan Eksekutif secara aktif terus berupaya untuk menghilangkan stereotip yang ada di masyarakat, dan meningkatkan pengadaan tempat penitipan anak yang dikelola oleh pemerintah, serta memperkuat kemampuan ekonomi dan partisipasi wanita dalam pengambilan keputusan.

Yuan Eksekutif ingin merealisasikan hal tersebut dengan memasukkan hal-hal terkait pandangan terhadap gender ke dalam berbagai rencana dan proyek pemerintah, untuk mewujudkan masyarakat yang saling menghormati terhadap perbedaan dan kesetaraan gender. (AT Network)

Tags: Kekerasan GenderTaiwanUNDP
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.