• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, June 24, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home CORPORATION

Taixin Singapura Jadi Pengendali Baru Proyek Smelter Nikel Bersama Vale di Bahodopi

by Redaksi Asiatoday
March 13, 2023
in CORPORATION
Reading Time: 1 min read
A A
0
Investasi Rp37,5 Triliun, Smelter Nikel Rendah Karbon Vale Indonesia Mulai Dibangun

Peletakan batu pertama (groundbreaking) Pembangunan Proyek Pertambangan dan Pengolahan Nikel Rendah Karbon Terintegrasi PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) dan PT Bahodopi Nickel Smelting Indonesia (PT BNSI), di Kabupaten Morowali Provinsi Sulawesi Tengah pada Jumat (10/2/2023). Foto: Ekon

ASIATODAY.ID, JAKARTA – PT Bahodopi Nickel Smelting Indonesia (BNSI), perusahaan kerja sama antara PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) dengan kepemilikan 51 persen serta Tisco dan Xin Hai sebasar 49 persen, mengumumkan rencana perubahan pengendali perusahaan.

Dalam pengumuman bertanggal 10 Maret 2023, BNSI menyampaikan rencana meningkatkan modal dasar baik saham seri A dan Seri B. Saham baru akan diambil oleh satu pihak yang mengakibatkan terjadinya perubahan pengendali.

“Dari saham saham baru tersebut, sejumlah Saham Seri A akan diambil bagian secara penuh oleh Taixin (Singapura) Pte. Ltd, yang akan mengakibatkan terjadinya perubahan pengendali di perseroan (pengambilalihan),” demikian tertulis dalam pengumuman, dikutip Senin (13/3/2023).

RelatedPosts

DAAZ Company Joins Nickel Downstream Consortium with Antam, Huayou, and EVE

Japan’s Osaka Steel Exits Indonesia, Shuts Down Joint Venture with Krakatau Steel

Arsari Group Accelerates Global Expansion

Taixin juga akan menjadi pihak yang menyerap saham seri B yang bari diterbitkan.

“Setelah pengambilalihan maka 51 persen dari seluruh saham dengan hak suara yang dikeluarkan dan disetor penuh akan dimiliki Taixin (Singapura),” ulas direksi.

Dalam aksi korporasi ini, pihak yang keberatan dapat menyampaikan kepada perseroan.

“Sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 127. UUPT, setiap kreditor perseroan dapat mengajukan keberatan secara tertulis ke alamat perseroan.”

Proyek smelter BNSI diperkirakan menyerap investasi senilai Rp37,5 triliun. Lokasi smelter berada di Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng).

INCO telah melakukan peletakan batu pertama area pertambangan dan smelter tersebut pada awal Februari 2023 lalu.

Smelter ini akan menggunakan teknologi Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF). Sedangkan kapasitas yang disiapkan yakni pemrosesan 73.000 ton bijih nikel menjadi feronikel per tahun. (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: BNSIHilirisasi NikelInvestasi smelterPT Bahodopi Nickel Smelting IndonesiaPT Vale IndonesiaTaixin Singapore
No Result
View All Result

Terbaru

  • UN Chief Warns of “Twin Crises” as Climate and Energy Shocks Converge
  • Firmed Solar Undercuts Most of Asia’s Planned Gas, and EVs Can Save Over $300 Billion a Year in Oil Imports
  • Indonesia Seeks Alliance of Island Nations to Push Climate Mobility Agenda Ahead of COP31
  • Indonesia Nickel Industry Hit by Sulfur Squeeze as Global Market Tightens
  • ASEAN, Russia Agree to Deepen Economic Cooperation Amid Global Uncertainty
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.