• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Tuesday, July 14, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home CORPORATION

Taixin Singapura Jadi Pengendali Baru Proyek Smelter Nikel Bersama Vale di Bahodopi

by Redaksi Asiatoday
March 13, 2023
in CORPORATION
Reading Time: 1 min read
A A
0
Investasi Rp37,5 Triliun, Smelter Nikel Rendah Karbon Vale Indonesia Mulai Dibangun

Peletakan batu pertama (groundbreaking) Pembangunan Proyek Pertambangan dan Pengolahan Nikel Rendah Karbon Terintegrasi PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) dan PT Bahodopi Nickel Smelting Indonesia (PT BNSI), di Kabupaten Morowali Provinsi Sulawesi Tengah pada Jumat (10/2/2023). Foto: Ekon

ASIATODAY.ID, JAKARTA – PT Bahodopi Nickel Smelting Indonesia (BNSI), perusahaan kerja sama antara PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) dengan kepemilikan 51 persen serta Tisco dan Xin Hai sebasar 49 persen, mengumumkan rencana perubahan pengendali perusahaan.

Dalam pengumuman bertanggal 10 Maret 2023, BNSI menyampaikan rencana meningkatkan modal dasar baik saham seri A dan Seri B. Saham baru akan diambil oleh satu pihak yang mengakibatkan terjadinya perubahan pengendali.

“Dari saham saham baru tersebut, sejumlah Saham Seri A akan diambil bagian secara penuh oleh Taixin (Singapura) Pte. Ltd, yang akan mengakibatkan terjadinya perubahan pengendali di perseroan (pengambilalihan),” demikian tertulis dalam pengumuman, dikutip Senin (13/3/2023).

RelatedPosts

Ceria Corp Strengthens Indonesia’s Nickel Downstream Strategy

Bank Jakarta Wins Three Awards at the 23rd Infobank-MRI Banking Customer Experience Appreciation 2026

DAAZ Company Joins Nickel Downstream Consortium with Antam, Huayou, and EVE

Taixin juga akan menjadi pihak yang menyerap saham seri B yang bari diterbitkan.

“Setelah pengambilalihan maka 51 persen dari seluruh saham dengan hak suara yang dikeluarkan dan disetor penuh akan dimiliki Taixin (Singapura),” ulas direksi.

Dalam aksi korporasi ini, pihak yang keberatan dapat menyampaikan kepada perseroan.

“Sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 127. UUPT, setiap kreditor perseroan dapat mengajukan keberatan secara tertulis ke alamat perseroan.”

Proyek smelter BNSI diperkirakan menyerap investasi senilai Rp37,5 triliun. Lokasi smelter berada di Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng).

INCO telah melakukan peletakan batu pertama area pertambangan dan smelter tersebut pada awal Februari 2023 lalu.

Smelter ini akan menggunakan teknologi Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF). Sedangkan kapasitas yang disiapkan yakni pemrosesan 73.000 ton bijih nikel menjadi feronikel per tahun. (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: BNSIHilirisasi NikelInvestasi smelterPT Bahodopi Nickel Smelting IndonesiaPT Vale IndonesiaTaixin Singapore
No Result
View All Result

Terbaru

  • FBI Joins Indonesia Corruption Probe as Gold and Millions in Cash Raise Global Scrutiny
  • Energy and Food Price Shocks Put Asia-Pacific on Alert
  • Global Waste-to-Energy Giants Enter Indonesia’s Green Infrastructure Race
  • Freeport’s Grasberg Recovery: 21 Tonnes of Gold Target in 2026
  • Japan’s Takeda Places US$30 Million Bet on Indonesia’s Biopharma Ambition
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.