• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Tak Berdaya Hadapi Rusia, Ukraina Kini dalam Kesendirian

by Redaksi Asiatoday
February 25, 2022
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Tak Berdaya Hadapi Rusia, Ukraina Kini dalam Kesendirian

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Ukraina tak berdaya menghadapi gempuran pasukan Rusia yang datang bertubi-tubi. Bantuan dari negara-negara barat hingga kini tak juga datang. Ukraina benar-benar dalam kesendirian.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyampaikan bahwa ia merasa telah diabaikan oleh Amerika Serikat (AS) dan Pakta Pertahanan Negara Atlantik Utara (NATO) di tengah invasi Rusia sejak, Kamis (24/2/2022).

Zelensky menilai, Ukraina dibiarkan sendirian untuk mempertahankan diri dari gempuran militer Rusia.

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

“Kami dibiarkan sendiri untuk mempertahankan negara kami,” katanya, Jumat (25/2/2022) dikutip dari Al Jazeera.

Presiden Rusia Vladimir Putin mendeklarasikan perang pada Rabu (23/2/2022) malam, mengakhiri kebuntuan diplomatik selama berminggu-minggu.

Dikutip melalui New York Post, aksi tersebut turut menjerumuskan Eropa Timur ke dalam mimpi buruk kekerasan dan pertumpahan darah yang tidak terlihat sejak hari-hari tergelap Perang Dunia II.

Rusia juga terus melancarkan serangan kepada Ukraina. Tercatat sudah lebih dari 160 roket diluncurkan sejak serangan dimulai pada Kamis (24/2/2022) pagi.

Dikutip melalui Indian Express, Zelensky mengatakan, Zelenskyy 137 orang, termasuk 10 perwira militer, telah tewas dan 316 orang terluka dalam serangan Rusia di hari pertama invasi, di mana negaranya seperti dibiarkan sendiri dalam memerangi Rusia.

“Mereka membunuh orang dan mengubah kota yang damai menjadi target militer. Itu busuk dan tidak akan pernah dimaafkan,” kata Zelensky, merujuk pada pasukan Rusia, dikutip dari Al Jazeera.

Dikutip melalui OVD-Info, kondisi di Rusia juga tidak kalah bergejolak, di mana polisi Rusia menangkap hampir 1.400 orang dalam protes anti-perang yang digelar di kota-kota di seluruh negeri setelah Presiden Vladimir Putin melancarkan invasi ke Ukraina.

“Lebih dari 1.391 orang telah ditahan di 51 kota,” kata OVD-Info pada hari Kamis, yang melacak penangkapan pada demonstrasi oposisi.

Menurut data OVD-Info, lebih dari 700 orang ditangkap di Moskow dan sekitar 340 orang di kota terbesar kedua Saint Petersburg. (ATN)

Tags: Krisis UkrainaNATORusiaUkraina
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.