• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, July 15, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Tak Kuat Disiksa, 2 ABK Indonesia Melompat dari Kapal China

by Redaksi Asiatoday
June 10, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Dugaan Perbudakan ABK Indonesia Juga Terjadi di Kapal Taiwan

Kapal penangkap ikan. Ilustrasi

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Dua orang Anak Buah Kapal (ABK) warga negara Indonesia (WNI) melompat dari kapal ikan berbendera China. Kedua ABK itu melompat di perairan Kepulauan Riau.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) membenarkan hal tersebut.

“Benar. Terdapat dua anak buah kapal (ABK) Indonesia, yang salah satunya berasal dari Pematang Siantar, dan satunya dari Sumbawa. Mereka memutuskan untuk melompat dari kapal berbendera RRT Lu Qing Yian Yu 901,” terang Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI dan BHI) Kementerian Luar Negeri Judha Nugraha, Rabu (10/6/2020).

RelatedPosts

Indonesia’s FFW 2026 Revives the Power of Film Criticism

Indonesia Enters Aircraft Carrier Era

Japan Ramps Up Ukraine’s Industrial Recovery with UNIDO Technology Partnership

Judha menjelaskan, kedua ABK ini, ditemukan dalam keadaan selamat.

“Kedua ABK pada 6 Juni ditemukan oleh nelayan Indonesia dan langsung dilaporkan ke Polsek Tebing Karimun,” imbuhnya.

Menurut Judha, hingga saat ini keduanya masih berada di Polsek Tebing Karimun dan kondisi keduanya dalam kondisi sehat.

Judha menambahkan, terkait motif mengapa dua ABK ini melompat dari kapal, belum diketahui. Meski demikian, beredar kabar jika keduanya melompat untuk kabur karena diduga mengalami penyiksaan di kapal tersebut.

“Kami masih melakukan pendalaman kasus ini bersama Polri,” pungkasnya.

Sabtu kemarin, dua ABK WNI ditemukan oleh seorang nelayan di perairan Riau. Nelayan tersebut langsung menyelamatkan kedua pria tersebut dan kemudian dibawa menuju Pelabuhan Leho, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun.

Kedua pria tersebut adalah Reynalfi, 22, asal Pematang Siantar, Sumatera Utara dan Andri Juniansyah, 30, berasal dari Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

Saat dievakuasi kedua pria ini terlebih dahulu menjalani tes virus corona (covi-19). Hasil tes keduanya nonreaktif. (ATN)

Tags: ABK IndonesiaHuman RightsHuman Rights ReportingKapal ChinaPerbudakan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Jakarta Museums Become SDGs Learning Hubs
  • Indonesia’s FFW 2026 Revives the Power of Film Criticism
  • Why North Bali Is Becoming the Favorite Destination for International Travelers
  • Danantara Powers Indonesia’s New Industrial Era
  • ITB-Vietnam CT Group Forge ASEAN Tech Alliance
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.