• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Taksonomi ASEAN Jadi Komitmen Kolektif Atasi Perubahan Iklim

by Redaksi Asiatoday
February 12, 2022
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 1 min read
A A
0
AS Akui Tertinggal Jauh dari China dalam Aksi Iklim Global

Polusi dan emisi karbon yang bersumber dari pembangkit listrik batubara Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Para pembuat kebijakan di negara-negara anggota ASEAN telah merumuskan dan meluncurkan taksonomi ASEAN untuk keuangan berkelanjutan.

Komitmen ini menjadi upaya untuk mencapai pemulihan hijau di kawasan Asia Tenggara.

“Taksonomi ASEAN berfungsi sebagai common language di seluruh negara ASEAN untuk membiayai kegiatan ekonomi berkelanjutan, serta untuk mewakili komitmen kolektif negara anggota ASEAN dalam transisi menuju kawasan yang berkelanjutan,” kata Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam OECD Ministerial Meeting, dikutip dari siaran pers Sabtu (12/2/2022).

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Menkeu mengungkapkan perubahan iklim diproyeksikan memiliki dampak yang tidak proporsional pada negara-negara anggota ASEAN, baik dari perspektif lingkungan maupun sosial ekonomi.

“Dengan ancaman yang sangat signifikan terhadap kesejahteraan, mata pencaharian, dan kegiatan ekonomi, fokus saat ini adalah bagaimana negara-negara ASEAN dapat berkembang dan maju tanpa meningkatkan emisi karbon,” ujar Menkeu

Lebih lanjut, Menkeu menjelaskan taksonomi ASEAN dirancang untuk menjadi sistem klasifikasi yang inklusif dan kredibel untuk mengklasifikasikan kegiatan ekonomi yang berkelanjutan di kawasan.

Harapannya, pembentukan taksonomi ASEAN dapat menarik investasi global ke ASEAN untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di kawasan.

“Taksonomi ASEAN diharapkan dapat meningkatkan sektor swasta dan partisipasi investor untuk berinvestasi dalam proyek hijau di ASEAN dan pada gilirannya juga akan mendukung pemulihan ekonomi hijau,” ujar Menkeu.

Dalam kesempatan tersebut, Menkeu meminta OECD sebagai mitra dapat membantu mempromosikan taksonomi ASEAN agar dapat memfasilitasi investasi dan pembiayaan ASEAN hijau serta kegiatan transisi.

Selain itu, OECD juga dapat mendukung pengembangan atau peningkatan lebih lanjut dengan mempertimbangkan struktur ekonomi ASEAN dan tahapan perkembangannya. (ATN)

Tags: Green AsiaPerubahan IklimTaksonomi ASEAN
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.