• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Tegang dengan Yunani, Turki Gelar Latihan Militer di Mediterania

by Redaksi Asiatoday
September 7, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Tegang dengan Yunani, Turki Gelar Latihan Militer di Mediterania

Latihan Militer Turki di Laut Mediterania. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Angkatan bersenjata Turki menggelar latihan militer tahunan di republik Siprus Utara di tengah ketegangan dengan Yunani di Mediterania timur.

Perburuan cadangan gas dan minyak di perairan yang diklaim oleh Yunani itu, meningkatkan konfrontasi antara kedua negara.

Republik Siprus utara telah memisahkan diri dari Yunani dan kini menyebut diri sebagai Republik Turki Siprus Utara (TRNC) yang hanya diakui oleh Ankara.

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Latihan militer dengan sandi “Badai Mediterania” itu dipimpin oleh Komando Keamanan Siprus Turki dan Wakil Presiden Fuat Oktay.

“Prioritas keamanan negara kami dan TRNC sangat diperlukan, bersama dengan solusi diplomatik di Mediterania timur,” kata Oktay.

Kementerian pertahanan Turki juga menyatakan bahwa latihan militer itu sukses dan berlangsung hingga Kamis.
Siprus terbagi antara wilayah selatan yang dikelola Siprus Yunani yang merupakan negara anggota UE dan Siprus Turki di utara.

Turki telah menempatkan puluhan ribu tentara di utara pulau itu sejak invasi 1974, menyusul kudeta yang direkayasa oleh penguasa militer di Yunani.

Sementara itu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Dewan Eropa Charles Michel membahas perkembangan di Mediterania timur kemarin melalui panggilan telepon.

Pemimpin Turki “meminta lembaga-lembaga Uni Eropa dan negara-negara anggota untuk bersikap adil, tidak memihak, dan obyektif serta bertindak secara bertanggung jawab atas masalah-masalah regional, khususnya Mediterania timur”, menurut kantor presiden dalam sebuah pernyataan seperti dikutip Aljazeera.com, Senin (7/9/2020).

Michel mengatakan pada hari Jumat bahwa para pemimpin Uni Eropa akan memutuskan pendekatan “pragmatis” ke Turki ketika mereka bertemu pada 24-25 September selain mengusulkan konferensi untuk meredakan ketegangan. (ATN)

Tags: Laut MediteraniaTurkiYunani
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.