• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home GREEN ENERGY

Tekan Emisi, Indonesia Gandeng Jepang Tingkatkan Efisiensi Pembangkit

by Redaksi Asiatoday
February 26, 2020
in GREEN ENERGY
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Tekan Emisi Karbon, Indonesia Hadapi 5 Tantangan Besar

Salah satu sumber emisi karbon terbesar dari Pembangkit listrik berbasis Batubara. ilustrasi

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menggandeng Pemerintah Jepang untuk mempermudah penerapan teknologi dalam pengelolaan Pembangkit Tenaga Listrik berbasis batubara.

Kerjasama tersebut nantinya akan mewujud melalui Pendidikan dan Pelatihan (diklat) dan penelitian-penelitian di sektor batubara.

“Jepang merupakan mitra Indonesia yang bekerja sama lebih dari 60 tahun. Jepang selama ini mendukung kebutuhan energi dan pembangunan Indonesia. Kita berharap investasi dari Jepang terus berkembang sehingga kita bisa tukar informasi tentang teknologi,” kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif ketika membuka seminar bertajuk Clean Coal Technology (CCT) yang diselenggarakan oleh New Energy and Industrial Technology Development Organization (NEDO) dan Japan COAL (JCOAL), di Ayana Midplaza Hotel Jakarta, Rabu (26/2/2020).

RelatedPosts

Bpfilters Launches Innovative B50 Biodiesel Filter Product

Indonesia Launches Asia’s Largest Cooperative-Based Renewable Energy Initiative

ASEAN Power Grid Gets Real: ADB Unleashes New Fund to Fast-Track Regional Energy Integration

Menurut Arifin, pemanfaatan teknologi dapat memberikan manfaat besar dalam pengelolaan Pembangkit Tenaga Listrik berbasis batubara.

“Tantangan sekarang adalah bagaimana kita menghasilkan emisi yang rendah dari energi batubara. Kita sudah memasuki era tersebut,” jelas Arifin.

Penerapan teknologi bisa mendorong menciptakan efisiensi proses pembangkitan batubara. Misalnya, penggunaan boiler supercritical mampu menciptakan efisiensi sebesar 30 persen, sementara ultra-supercritical bisa sampai mengefisiensikan proses pembangkitan hingga 40 persen.

Khusus Advanced ultra-supercritical (A-USC) dan Integrated Gasification Combined Cycle (IGCC) akan diterapkan ketika teknologi tersebut sudah tersedia secara komersial.

“Ini adalah salah satu bukti kita taat atas Kesepakatan Paris dalam menciptakan lingkungan yang bersih,” tegas Arifin.

Kendati demikian, Arifin tak memungkiri ada sejumlah tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan batubara di Indonesia.

“Progres industri ini banyak mengalami tekanan sehubungan dengan isu lingkungan selain emisi rendah. Kemudahan dengan investasi menjadi salah satu yang bisa menyebabkan kelambatan. Di sisi lain, batubara di Indonesia masih sangat diperlukan dalam menggerakan ekonomi,” paparnya.

Arifin menjelaskan, salah satu dasar pertimbangan sehingga Indonesia masih mengandalkan batubara adalah keterjangkauan harga dan kemudahan memperoleh sumbernya. Hal ini akan menunjang kemudahan industri.

“Kenapa batubara? karena energi yang dihasilkan lebih murah, bisa kompetitif dan bisa dihasilkan dalam jumlah yang masif. Faktor kompetitif inilah yang akan mendorong ekonomi Indonesia ke depan. Industri akan sangat terbantu dengan ketersediaan energi yang ada,” tandas Arifin. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Emisi KarbonEnergi HijauKESDMPembangkit ListrikPembangkit Listrik Ramah Lingkungan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.