• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Tekan Emisi Karbon, Industri Asuransi Hindari Batu Bara

by Redaksi Asiatoday
July 16, 2019
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Tekan Emisi Karbon, Industri Asuransi Hindari Batu Bara

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Dua perusahaan asuransi global, Zurich Insurance Group AG dan Chubb Ltd. mengumumkan pembatasan penjaminan dan investasi terhadap perusahaan yang berkaitan dengan batu bara. Langkah menjauhi tenaga batu bara tersebut dinilai dapat turut diterapkan di Indonesia, tanpa membawa kerugian bagi industri asuransi.

Keputusan tersebut diambil Zurich dan Chubb sebagai langkah untuk menekan emisi karbon akibat penggunaan batu bara untuk pembangkit energi. Langkah untuk menekan dampak krisis iklim (istilah yang menggantikan perubahan iklim) tersebut diumumkan kedua perusahaan beberapa waktu lalu.

Berdasarkan keterangan resmi Zurich dan Chubb, terdapat beberapa kriteria perusahaan yang tidak akan ditempatkan investasinya, yakni perusahaan yang menghasilkan lebih dari 30 persen pendapatannya dari penambangan batu bara dan perusahaan yang menghasilkan lebih dari 20 juta ton batu bara per tahun.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Selain itu, kriteria lainnya di antaranya adalah perusahaan yang menghasilkan lebih dari 30 persen listrik dari batu bara, perusahaan yang sedang dalam proses pengembangan tambang batu bara atau infrastruktur batu bara, dan lain-lain.

Dalam keterangan resminya, Zurich menyatakan tidak akan berinvestasi dan akan menarik investasi dari perusahaan-perusahaan dengan kriteria tersebut. Proses tersebut dilakukan secara bertahap sembari memenuhi target perusahaan untuk menggunakan 100 persen energi terbarukan dalam seluruh operasi globalnya pada 2022.

“Kami melihat secara langsung bencana alam yang menimpa masyarakat. Inilah sebabnya kami mempercepat tindakan untuk mengurangi risiko krisis iklim dengan mendorong perubahan dalam cara berperilaku perusahaan dan masyarakat dan mendukung mereka yang paling terkena dampak. Ini adalah hal yang benar untuk dilakukan,” ujar CEO Zurich Insurance Group Mario Greco dalam keterangan resmi, belum lama ini.

Dilansir dari Bloomberg, pihak Zurich menyatakan bahwa kebijakan tersebut berlaku bagi mitra perusahaan eksisting maupun perusahaan lain yang potensial menjadi mitra bisnis. Saat ini, proses identifikasi dan penilaian perusahaan berdasarkan kebijakan baru tersebut sedang berlangsung.

Berbeda dengan Zurich, Chubb menyatakan tidak akan menanggung risiko dari perusahaan-perusahaan dengan kriteria di atas, juga tidak akan menempatkan investasi pada perusahaan tersebut. Kebijakan yang menjadi prioritas Chubb sejak 1 Juli 2019 tersebut akan dilaksanakan secara bertahap hingga 2022.

Dalam keterangannya, Chubb menyatakan pengecualian terhadap kebijakan untuk tidak menanggung risiko terhadap perusahaan dengan kriteria di atas masih akan dipertimbangkan. Pengecualian tersebut diberlakukan bagi perusahaan yang beroperasi di daerah tanpa sumber energi alternatif jangka pendek yang praktis dan mempertimbangkan komitmen perusahaan terkait untuk mengurangi ketergantungan terhadap batu bara.

Dilansir dari Bloomberg, pihak Chubb belum menyampaikan hasil identifikasi daerah-daerah yang termasuk dalam pengecualian tersebut, khususnya daerah yang tidak memiliki sumber energi alternatif. (Ril)

,’;\;\’\’
Tags: AsuransiChubbClimate ChangeEmisi KarbonIklim GlobalIndustri Batu BaraKrisis IklimZurich Indonesia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme
  • Indonesia Secures OECD Backing, Trade Gains, and Strategic Partnerships with Major Economies
  • Global Markets Warn Indonesia’s Nickel Industry: Prove It’s Green or Risk Losing Access
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.