• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home GREEN ENERGY

Tekan Emisi Karbon, Jepang Mulai Kembangkan Konsep Perkotaan Baru

by Redaksi Asiatoday
January 15, 2021
in GREEN ENERGY
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Tekan Emisi Karbon, Jepang Mulai Kembangkan Konsep Perkotaan Baru

Pengembangan 'SolarEV City' di Jepang. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Menghadapi pemanasan global dan dampak perubahan iklim telah mendorong negara-negara di dunia untuk mengembangkan konsep perkotaan yang lebih ramah lingkungan, salah satunya di Jepang.

Area perkotaan pun telah menjadi salah satu fokus upaya mitigasi iklim global. Pasalnya, perkotaan berkontribusi atas 60-70 persen emisi karbon dioksida terkait energi.

Di tengah situasi ini, para peneliti menilai penting untuk mengidentifikasi opsi hemat biaya untuk mengurangi emisi karbon dioksida dan meningkatkan ketahanan area perkotaan. Gagasan ini juga diharapkan akan dapat menjamin kesejahteraan para penghuni area perkotaan.

RelatedPosts

Bpfilters Launches Innovative B50 Biodiesel Filter Product

Indonesia Launches Asia’s Largest Cooperative-Based Renewable Energy Initiative

ASEAN Power Grid Gets Real: ADB Unleashes New Fund to Fast-Track Regional Energy Integration

Para peneliti pun mulai fokus mengembangkan konsep “SolarEV City”. Di dalam konsep ini panel surya fotovoltaik di atap-atap pemukiman dan kendaraan listrik (EV) yang terintegrasi memasok listrik bebas karbon dioksida yang terjangkau dan dapat dialirkan ke penduduk.

“Kami melakukan analisis tekno ekonomi untuk mengevaluasi konsep tersebut dalam hal pengurangan emisi karbon dioksida, penghematan biaya, kecukupan energi, swasembada, serta konsumsi sendiri untuk sembilan wilayah perkotaan Jepang,” terang salah seorang peneliti di National Institute for Environmental Studies, Tsukuba, Ibaraki, Jepang, Dr. Takuro Kobashi dalam rilis pers via Eurekalert, dikutip Jumat (15/1/2021).

Kota-kota tersebut meliputi Kyoto, Hiroshima, Korimaya, Okayama, Sapporo, Sendai, Niigata, Kawasaki, dan Tokyo.

“Analisis kami menunjukkan bahwa penerapan konsep ini akan dapat memenuhi 53-95 persen kebutuhan listrik di sembilan wilayah perkotaan utama Jepang tersebut pada tahun 2030 dengan penggunaan 70 persen atap-atap pemukiman di perkotaan,” kata Kobashi lebih lanjut.

Emisi karbon dioksida dari penggunaan kendaraan dan pembangkit listrik di wilayah ini dapat dikurangi hingga 54-95 persen dengan potensi penghematan biaya sebesar 26-41 persen.

Efektivitas biaya yang tinggi dan insolasi yang stabil secara musiman di lintang rendah boleh jadi merupakan petunjuk  bahwa konsep tersebut akan lebih efektif untuk mendekarbonisasi lingkungan perkotaan di negara berkembang di lintang rendah.

Peran pemerintah

Di antara beberapa faktor, intervensi pemerintah disebut akan berperan penting dalam mewujudkan sistem tersebut, terutama dalam peraturan perundang-undangan yang meningkatkan penetrasi sistem panel surya fotovoltaik dan kendaraan listrik terintegrasi dan memungkinkan pembentukan sistem tenaga terdesentralisasi.

“Karena proses dari bawah ke atas sangat penting, pembuat kebijakan, komunitas, industri, dan peneliti harus bekerja sama untuk membangun sistem seperti itu untuk mengatasi hambatan sosial dan peraturan,” ujar Kobashi. (ATN)

Tags: Climate ChangeGlobal WarmingGreen CityGreen EnergyJepang
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.