• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, July 15, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Tekanan Makin Dalam, Ekonomi Indonesia Diproyeksi Minus 3,8 Persen Kuartal II

by Redaksi Asiatoday
June 19, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Tekanan Makin Dalam, Ekonomi Indonesia Diproyeksi Minus 3,8 Persen Kuartal II

Menteri Keuangan, Sri Mulyani. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Indonesia harus mulai menyiapkan berbagai langkah strategis untuk menyelamatkan ekonomi.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut tekanan ekonomi pada kuartal II-2020 ini menjadi semakin dalam. Pertumbuhan ekonomi diproyeksikan akan tumbuh negatif 3,8 persen dari sebelumnya negatif 3,1 persen.

“Kuartal II kita mengalami tekanan hebat, kemunginkan dalam kondisi negatif. Badan Kebijakan Fiskal (BKF) mengatakan negatif 3,8 persen,” jelas Sri dalam video conference di Jakarta, Jumat (19/6/2020).

RelatedPosts

Freeport’s Grasberg Recovery: 21 Tonnes of Gold Target in 2026

Japan’s Takeda Places US$30 Million Bet on Indonesia’s Biopharma Ambition

ASEAN’s Chip Race: Indonesia and Malaysia Forge New Semiconductor Alliance

Menurut Sri, perekonomian untuk tahun ini sangat bergantung pada pemulihan ekonomi di semester II. Tahun ini pertumbuhan ekonomi diproyeksikan antara minus 0,4 persen sampai dengan 1 persen.

“Pada semester II atau kuartal III dan kuartal IV apakah kita sudah bisa pulih? Sudah tertuang dalam postur APBN yang baru,” urainya.

Proyeksi pertumbuhan ekonomi 2020 mengalami revisi setelah sebelumnya berada pada level minus 0,4 persen sampai 2,3 persen. Namun perlambatan ekonomi yang terjadi di kuartal II membuat kontraksi akan menjadi semakin dalam.

“Revisi sedikit turun karena kami melihat kontraksi cukup dalam di kuartal II. Tentu ini sangat tergantung dari kemampuan kita untuk memulihkan ekonomi di kuartal II dan IV atau semester II,” jelasnya saat rapat dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR di Jakarta, Kamis (18/6/2020).

Untuk tahun depan, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi membaik antara 4,5 hingga 5,5 persen. Hanya saja hal itu bisa dicapai jika pemulihan ekonomi bisa dilakukan mulai semester II tahun ini dan berlanjut hingga 2021.

“Untuk 2021 kita masih di kisaran 4,5 persen sampai dengan 5,5 persen sesuai dengan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) yang disampaikan ke DPR,” tandasnya. (ATN)

Tags: EkonomiPertumbuhan EkonomiResesi EkonomiSri Mulyani Indrawati
No Result
View All Result

Terbaru

  • California Seeks Strategic Partnership with Indonesia
  • Indonesia’s Geothermal Future Put to the Test in NTT
  • FBI Joins Indonesia Corruption Probe as Gold and Millions in Cash Raise Global Scrutiny
  • Energy and Food Price Shocks Put Asia-Pacific on Alert
  • Global Waste-to-Energy Giants Enter Indonesia’s Green Infrastructure Race
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.