• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, June 24, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Teluk Jakarta Tercemar Limbah Mikroplastik

by Redaksi Asiatoday
August 6, 2022
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Mitigasi Banjir, Jakarta Siapkan Rp5 Triliun Normalisasi Sungai Ciliwung

Ciliwung River watershed, Jakarta. Doc

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Limbah mikroplastik diduga kuat telah mencemari perairan Teluk Jakarta, Indonesia.

Hal itu terungkap dari hasil riset Pusat Riset Oseanografi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang melakukan monitoring sampah plastik ukuran mikroskopik atau mikroplastik semasa pandemi Covid-19.

Hasil riset itu dipaparkan dalam jurnal Marine Pollution Bulletin bertajuk “Seasonal heterogeneity and a link to precipitation in the release of microplastic during COVID-19 outbreak from the Greater Jakarta area to Jakarta Bay, Indonesia”.

RelatedPosts

Indonesia Leads Regional Green Alliance Against Cross-Border Pollution

IPB Expert: Nickel Mining in Halmahera Threatens Marine Ecosystems and Coastal Livelihoods

Ceria Corp, Indonesia’s Green Nickel Pioneer, Restores 200 Hectares of Former Mine Land Through ESG Initiatives

Menurut BRIN, limbah mikroplastik itu bersumber dari sampah Alat Pelindung Diri (APD) seperti masker medis dari muara sungai menuju Teluk Jakarta yang mengalami peningkatan signifikan semasa pandemi Covid-19. Peningkatan itu terjadi hingga 10 kali lipat dari masa sebelumnya.

“Secara proporsi terdapat peningkatan mikroplastik bentuk benang yang terindikasi memiliki bentuk asal dan jenis komposisi kimia yang sama dengan masker medis, dari sebelumnya hanya sekitar tiga persen sesaat setelah ditemukannya kasus Covid-19 pertama di Indonesia, hingga akhirnya proporsi mikroplastik tersebut meningkat 10 kali lipat pada Desember 2020,” jelas Peneliti Pusat Riset Oseanografi BRIN, M Reza Cordova, dalam keterangan pers, Jumat (5/8/2022).

Reza merupakan orang yang mengoordinasikan riset kolaborasi antara peneliti BRIN dengan Universitas Terbuka, Universitas Sumatera Utara, IPB University dan University of Portsmouth itu.

Hasil riset itu menyimpulkan, mikroplastik yang terindikasi dari sampah APD dari muara sungai menuju Teluk Jakarta semasa pandemi Covid-19 mengalami peningkatan yang signifikan, terutama pada saat curah hujan tinggi.

Riset monitoring mikroplastik di muara sungai itu mencatat kelimpahannya yang lebih tinggi di wilayah pesisir Timur Teluk Jakarta dibandingkan pesisir bagian Barat.

Dari 9 muara sungai yang diteliti di kawasan Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi), mikroplastik ditemukan pada semua muara sungai yang diteliti.

“Kelimpahan mikroplastik yang ditemukan ada pada kisaran 4,29 hingga 23,49 partikel mikroplastik per 1.000 liter air sungai dengan rata-rata 9.02 partikel per 1.000 liter air sungai yang bergerak menuju perairan Teluk Jakarta,” terang Reza.

Menurut Reza, penambahan mikroplastik paling tinggi ditemukan pada musim hujan, yakni rata-rata 9.02 partikel per 1.000 liter air sungai, sedangkan paling rendah ditemukan pada musim kemarau yakni 8.01 partikel per 1.000 liter air sungai.

Reza dan tim berharap, peningkatan konsentrasi mikroplastik di lingkungan mendorong perbaikan pengelolaan sampah sekali pakai.

“Implementasi dari aturan yang ketat, pemberian sosialisasi dan pemahaman publik, diperlukan untuk mempromosikan metode pembuangan yang benar dan perubahan sistemik dalam pengelolaan sampah plastik, khususnya plastik sekali pakai,” imbuh Reza.

Mengingat kondisi pandemi Covid-19 yang berkepanjangan, hasil riset ini bertujuan mengajak masyarakat turut berperan dalam menjaga kesehatan lingkungan, terutama terkait pembuangan sampah APD, dalam hal ini sampah masker yang biasa dipakai sehari hari oleh masyarakat.

Peningkatan penggunaan plastik semasa pandemi Covid-19 memang menghadirkan tantangan baru bagi komitmen Indonesia dalam mengurangi sampah plastik laut.

Keberadaan limbah APD di lingkungan sungai dan pesisir menjadi topik hangat di sosial media sejak 2020, tetapi kajian komparatif terkait mikroplastik yang berasal dari sampah medis sebelum dan semasa pandemi sangat minim. (ATN)

Tags: BRINLimbah MedisMikroplastikTeluk Jakarta
No Result
View All Result

Terbaru

  • UN Chief Warns of “Twin Crises” as Climate and Energy Shocks Converge
  • Firmed Solar Undercuts Most of Asia’s Planned Gas, and EVs Can Save Over $300 Billion a Year in Oil Imports
  • Indonesia Seeks Alliance of Island Nations to Push Climate Mobility Agenda Ahead of COP31
  • Indonesia Nickel Industry Hit by Sulfur Squeeze as Global Market Tightens
  • ASEAN, Russia Agree to Deepen Economic Cooperation Amid Global Uncertainty
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.