• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Terbang Melalui Thailand, Masuknya 49 TKA China ke Indonesia harus Diusut

by Redaksi Asiatoday
April 30, 2020
in News
Reading Time: 5 mins read
A A
0
Rombongan TKA China yang Tiba di Kendari Berstatus Pendatang Baru, Belum di Karantina

Rombongan TKA asal China saat tiba di Bandara Haluoleo Kendari, Sulawesi Tenggara. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Kinerja Pemerintah Indonesia kian menjadi sorotan pasca terbongkarnya status 49 Tenaga Kerja Asing (TKA) China yang tiba di Bandara Haluoleo Kendari, Sulawesi Tenggara, Minggu (15/3/2020) lalu.

Mereka diketahui sebagai pendatang baru dari China, episenter wabah coronavirus, yang masuk ke Indonesia melalui Thailand, sebelum akhirnya tiba di Kendari.

Anggota DPR RI Fadli Zon, menyerukan agar masuknya 49 Warga Negara Asing (WNA) asal China tersebut diusut tuntas.

RelatedPosts

New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen

Fadli heran dan mempertanyakan, ditengah situasi darurat dan pandemi global coronavirus saat ini, masih ada pihak-pihak yang membawa TKA asal China masuk ke Indonesia, sedangkan negara lain justru menghindari.

“Harus diusut siapa dibelakangnya, apakah mungkin tanpa koneksi dan persyaratan 49 orang dalam situasi darurat seperti ini bisa masuk ke Indonesia?,” tulis Fadli Zon, dikutip dari akun Twitternya, Rabu (18/3/2020)

Politisi Gerindra ini bahkan menyebut masuknya puluhan TKA asal China itu sebagai sebuah “skandal”. Apalagi, tulisnya, kedatangan para TKA itu informasinya simpang-siur.

Fadli juga meminta agar TKA tersebut sebaiknya dikembalikan ke negara asalnya, demi menghindari penyebaran virus coronavirus.

“Ini jelas sebuah skandal, ditengah pandemi global wabah virus corona, masih ada pihak-pihak yang membawa masuk TKA dari daerah terdampak dengan cara diam-diam lewat belakang.”

“Informasinya pun simpang siur. Sebaiknya kembalikan TKA tersebut ke negaranya. Usut siapa di belakangnya?” tegas Fadli.

Pada cuitan lain, Fadli membandingkan langkah antisipasi yang dilakukan beberapa negara lain untuk melindungi warganya dari paparan wabah mematikan itu.

Ia mencuplik sebuah berita yang mewartakan Presiden Filipina, Duterte, tegas akan memecat pegawai yang terlibat meloloskan warga China masuk ke negara itu.

“Indonesia sebagai negara tanpa pemimpin dalam menghadapi wabah corona. Negara tetangga kita seperti Malaysia, Singapura dan Filipina berani dam konsisten. Kita seperti gagap dan bingung. Malah masukin TKA. Duterte Pecat Semua Pegawai Imigrasi yang Loloskan Warga Cina Masuk ke Filipina,” tulis Fadli.

Sementara itu, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia, Bambang Soesatyo mendesak pemerintah bertindak tegas terhadap para WN China tersebut. Bamsoet meminta pemerintah tak memberi perlakuan khusus kepada 49 TKA China itu.

“Kita mendorong Pemerintah agar memperlakukan Warga Negara China tersebut secara tegas dengan perlakuan yang sama serta membatalkan persetujuan kartu kewaspadaan kesehatan tersebut,” kata Bamsoet dalam keterangannya, yang diterima Rabu (18/3/2020).

“Mengingat dalam situasi seperti ini tidak boleh ada perlakuan istimewa terhadap Warga Negara Asing (WNA) mana pun,” lanjut dia.

Dari keterangan Bamsoet, WN China itu disebut masuk ke Sulawesi Tenggara untuk bekerja namun, menggunakan visa kunjungan. Para WN China itu mendapat persetujuan kartu kewaspadaan kesehatan tanpa karantina kesehatan.
Bamsoet meminta pemerintah segera mengecek kondisi kesehatan para WN China tersebut. Hal itu untuk memastikan WN China tak membawa virus corona.

“Mendorong pemerintah melalui tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 untuk segera mendatangi lokasi perusahaan di kawasan industri Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) tempat para warga negara China itu bekerja,” ujarnya.

“Ini penting untuk memastikan kondisi kesehatan dan mengisolasi Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Cina tersebut, sebagai upaya mencegah masuknya wabah virus COVID-19 di wilayah tersebut,” kata Bamsoet.

Bamsoet juga meminta pemerintah mengevaluasi sistem penjagaan di setiap pintu masuk Indonesia misalnya di wilayah perairan maupun pelabuhan. Ia ingin Polisi Perairan (Polair) meningkatkan pengawasan dan patroli di perbatasan di laut.

Selain itu, ia juga mendesak agar perizinan bagi para WNA yang ingin berkunjung ke Indonesia diperketat.

“Mendorong pemerintah dalam situasi saat ini untuk memperketat perizinan bagi para WNA yang ingin berkunjung maupun tinggal/bekerja di Indonesia. Serta agar tetap melakukan karantina kesehatan bagi setiap WNA yang masuk ke Indonesia, sebagai upaya pencegahan penyebaran virus COVID-19,” tegas Bamsoet.

Sebelumnya, Kepala Kantor Perwakilan (Kanwil) Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (KemenkumHAM) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Sofyan menjelaskan bahwa WNA China yang berjumlah 49 orang itu, merupakan Tenaga Kerja Asing (TKA) baru asal Provinsi Henan, China yang berangkat dari China, dan bukan TKA lama yang berangkat dari Jakarta.

Menurut Sofyan, para TKA tersebut berstatus TKA baru yang berangkat dari China, transit lebih dulu di Bangkok, Thailand, kemudian tiba di Jakarta, sebelum akhirnya tiba di Bandara Haluoleo Kendari.

Sofyan secara rinci menjelaskan, pertama, para TKA itu menggunakan visa kunjungan yang diterbitkan pada 14 Januari 2020 di KBRI Beijing untuk kegiatan calon TKA dalam rangka uji coba kemampuan berkerja. Lalu, berdasarkan cap tanda masuk pihak Imigrasi Thailand yang tertera pada paspor, mereka tiba di Thailand pada 29 Februari 2020.

Berdasarkan surat sertifikat kesehatan pemerintah Thailand, sejak 29 Februari hingga 15 Maret 2020, para TKA itu telah dikarantina di Thailand, dan surat tersebut sudah di verifikasi oleh Perwakilan RI di Bangkok, Thailand, pada 15 Maret 2020.

Selanjutnya, TKA China tersebut keluar dari Thailand pada 15 maret 2020, dan menuju ke Indonesia melalui Bandara Soekarno Hatta, Jakarta.

Pada 15 Maret 2020, ke 49 TKA China tersebut tiba di Bandara Seokarno-Hatta, dan kemudian dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soekarno Hatta.

Kemudian, pihak KKP menerbitkan surat rekomendasi berupa kartu kewaspadaan kesehatan pada setiap orang tersebut.

“Ke 49 orang itu sudah masuk di KKP semua,” jelas Sofyan.

Selanjutnya, petugas Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta memberi izin masuk kepada para TKA tersebut pada tanggal 15 Maret 2020 setelah menunjukan surat rekomendasi dari KKP Bandara Soekarno-Hatta.

“Kalau tidak ada surat rekomendasi dari KKP, tentu mereka tidak akan bisa masuk ke Indonesia,” tegas Sofyan.

Setelah tiba di Jakarta, para TKA tersebut langsung berangkat menuju Kendari, dan tiba di Bandara Haluoleo Kendari pada Minggu, 15 Maret 2020 sekitar pukul 20.00 WITA menggunakan maskai penerbangan Garuda Indonesia dengan kode penerbangan GA696.

Sofyan menjelaskan, bahwa warga negara China itu memiliki dokumen perjalanan yang sah dan masih berlaku.

Sofyan menyebut, bahwa 49 TKA asal China itu belum menjalani karantina sejak tiba di Indonesia, dan hanya mendapatkan kartu kewaspadaan kesehatan dari KKP Bandara Soekarno-Hatta.

Padahal, dalam Peranturan Menkumham Nomor 7 tahun 2020, pada Pasal 3 Ayat 2 mewajibkan seluruh TKA yang tiba di Indonesia harus menjalani karantina selama 14 hari.

“Dari pemeriksaan kami, mereka belum di karantina, di Indonesia,” terangnya. (ATN)

,’;\;\’\’

Tags: Bambang SoesatyoCorona IndonesiaCoronavirusCOVID-19Fadli Zon LibraryTenaga Kerja AsingTenaga Kerja China
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.