• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, July 15, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Terbesar di Asia, Polisi Laos Sita Narkoba di Perbatasan Thailand dan Myanmar

by Redaksi Asiatoday
October 29, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Terbesar di Asia, Polisi Laos Sita Narkoba di Perbatasan Thailand dan Myanmar

Wilayah perbatasan Laos dengan Thailand dan Myanmar atau dikenal dengan kawasan Segitiga Emas (Golden Triangle). Dok

ASIATODAY.ID, VIENTIANE – Kepolisian Laos menyita 55 juta tablet metamfetamin dan lebih dari 1,5 ton kristal metamfetamin pada hari Rabu (27/10/2021).

Narkoba tersebut dibawa sebuah truk isi peti bir di Bokeo utara, daerah yang berbatasan dengan Thailand dan Myanmar. Daerah ini sering disebut sebagai wilayah Segitiga Emas (Golden Triangle).

Jeremy Douglas, perwakilan regional Asia Tenggara Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan (UNODC), mengatakan, ini merupakan penyitaan terbesar dalam sejarah Asia Timur dan Tenggara.

RelatedPosts

Indonesia’s FFW 2026 Revives the Power of Film Criticism

Indonesia Enters Aircraft Carrier Era

Japan Ramps Up Ukraine’s Industrial Recovery with UNIDO Technology Partnership

Penggerebekan pada hari Rabu menyusul penyitaan oleh polisi Laos dari 16 juta tablet amfetamin dalam dua patung terpisah di area yang sama selama periode satu minggu.

Segitiga Emas, daerah timur laut Myanmar yang bertemu dengan bagian Thailand dan Laos, memiliki sejarah panjang sebagai daerah penghasil obat bius.

Kawasan ini telah berfungsi sebagai pusat produksi besar-besaran untuk stimulan jenis amfetamin, terutama metamfetamin, yang digunakan oleh sindikat kejahatan Asia dengan jaringan distribusi sampai ke Jepang dan Selandia Baru.

Douglas mengatakan, lonjakan volume narkoba yang disita di Laos disebabkan oleh pergeseran rute penyelundupan di dalam Myanmar, sebagai akibat dari kerusuhan di daerah perbatasan sejak kudeta junta militer pada Februari.

“Ini terkait dengan hancurnya keamanan dan pemerintahan di kawasan Segitiga dan Shan Myanmar,” kata Douglas. (CNN)

Tags: LaosNarkobaSindikat Narkoba Asia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Jakarta Museums Become SDGs Learning Hubs
  • Indonesia’s FFW 2026 Revives the Power of Film Criticism
  • Why North Bali Is Becoming the Favorite Destination for International Travelers
  • Danantara Powers Indonesia’s New Industrial Era
  • ITB-Vietnam CT Group Forge ASEAN Tech Alliance
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.