• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Tuesday, July 14, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Terendah di Asia Tenggara, Prestasi Pelajar Indonesia Jadi Sorotan

by Redaksi Asiatoday
December 25, 2019
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Terendah di Asia Tenggara, Prestasi Pelajar Indonesia Jadi Sorotan

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) baru-baru merilis,
Penilaian Prestasi Siswa Internasional. Hasilnya mencengangkan. Prestasi pelajar Indonesia termasuk terendah di Asia Tenggara.

Dalam laporan OECD, prestasi siswa Indonesia usia 15 tahun berada pada peringkat 10 terbawah dari 79 negara yang disurvei dalam tiga mata pelajaran yaitu matematika, membaca, dan sains. Hasil itu menunjukkan masalah kualitas pendidikan di Indonesia, negara dengan penduduk terpadat di Asia Tenggara.

“Ini peringatan bangsa Indonesia untuk lebih melihat secara serius dunia pendidikan kita,” terang Totok Amin Soefijanto, pakar kebijakan di Universitas Paramadina di Jakarta, melansir voa Indonesia, Rabu (25/12/2019).

RelatedPosts

California Seeks Strategic Partnership with Indonesia

FBI Joins Indonesia Corruption Probe as Gold and Millions in Cash Raise Global Scrutiny

Energy and Food Price Shocks Put Asia-Pacific on Alert

Guru yang kurang berkualitas adalah masalah utama. 65 persen siswa yang disurvei Program for International Student Assessment (PISA) atau Program Penilaian Siswa Internasional mengatakan guru mereka jarang memberi umpan balik langsung kepada mereka. Satu dari lima guru secara berkala mangkir, menurut Bank Dunia pada tahun 2017.

Pemerintah telah melakukan uji kompetensi guru dan pada tahun 2015, skor rata-rata untuk hampir tiga juta guru yang mengikuti tes itu adalah 53 persen, menurut hasil analisis University of Melbourne, Profesor Andrew Rosser.

Desentralisasi menjadi tantangan lain untuk memperbaiki pendidikan. Semasa pemerintahan Suharto, tahun 1965 hingga 1998, sistem sekolah sangat terpusat. Tetapi setelah menjadi demokrasi penuh, kebijakan pendidikan perlahan diserahkan ke pemerintah daerah. Geografis Indonesia yang terdiri dari lebih 15 ribu pulau, menyulitkan penegakan hal-hal seperti kurikulum standar atau kualifikasi guru.

“Kami juga kesulitan dalam hal ketidakadilan geografis, karena kami memiliki banyak daerah terpencil,” ujar pekerja sosial dan aktivis yang berbasis di Jakarta, Ryan Febrianto.

Organization for Economic Cooperation and Development atau Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) dalam laporannya mencatat, hasil tahun lalu “harus dilihat dalam konteks langkah besar yang telah diambil Indonesia dalam meningkatkan partisipasi anak bersekolah.”

Dari tahun 2001 hingga 2018, cakupan sampel PISA melonjak dari 46 persen menjadi 85 persen dari siswa berusia 15 tahun. Menurut penulis laporan, ketika memperhitungkan kelemahan pendatang baru ke dalam sistem sekolah, fakta bahwa hasil Indonesia relatif stabil selama periode ini sebenarnya menunjukkan bahwa “Indonesia mampu menaikkan kualitas sistem pendidikannya.”

Kepada harian Kompas, Menteri Pendidikan Nadiem Makarim mengatakan hasil PISA “tidak boleh dikemas sebagai berita baik” dan mengimbau “perubahan paradigma” dalam standar pendidikan. Ia mengumumkan pekan ini bahwa Ujian Nasional akan diganti Penilaian Kompetensi Minimum yang menguji siswa dalam keterampilan matematika dan membaca. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: Asia TenggaraKemendikbudOECDPendidikan
No Result
View All Result

Terbaru

  • California Seeks Strategic Partnership with Indonesia
  • Indonesia’s Geothermal Future Put to the Test in NTT
  • FBI Joins Indonesia Corruption Probe as Gold and Millions in Cash Raise Global Scrutiny
  • Energy and Food Price Shocks Put Asia-Pacific on Alert
  • Global Waste-to-Energy Giants Enter Indonesia’s Green Infrastructure Race
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.