• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Terungkap, Softbank Ingin Dikte Pemerintah Indonesia dalam Investasi Proyek IKN

by Redaksi Asiatoday
December 15, 2022
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Pemindahan Ibu Kota Indonesia Telan Anggaran Rp500 Triliun

Desain ibukota baru Indonesia di Kalimantan ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Batalnya Softbank investasi di proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) Indonesia sempat menjadi sorotan. Berbagai spekulasi menyeruak di publik terkait hal itu.

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia mengungkapkan alasan sesungguhnya mengapa Softbank Group batal berinvestasi di proyek Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta, Rabu (14/12/2022), Bahlil menjelaskan Founder dan CEO Softbank, Masayoshi Son, memang pernah bertemu dengan Presiden Jokowi.

RelatedPosts

New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen

Bahlil mengaku juga pernah beberapa kali ikut melakukan pendekatan ke miliarder itu.

“Proposal yang ditawarkan, menurut kami, hanya untung bagi dia, dan tidak untung ke negara dan kami tidak mau didikte,” jelas Bahlil, Rabu (14/12/2022).

Bahlil memberi contoh tawaran yang disampaikan Softbank salah satunya adalah mereka menentukan Internal Rate of Return (IRR) atau tingkat pengembalian modal sendiri.

“Ini salah satu contoh saja, dia siap bangun tapi IRR ditentukan sendiri, nanti pemerintah tinggal sewa ke dia. Ini kan tidak fair. Jadi kita mencari model investasi yang fair. Artinya yang investornya juga hidup, tapi negara juga jangan dibuat berat. Harus Win-win,” paparnya.

Menurut Bahlil, tidak boleh pengusaha atau investor mengatur negara. Harusnya pengusaha dan pemerintah saling membutuhkan.

“Tidak boleh pengusaha itu mengatur negara, tapi negaralah yang mengatur pengusaha, tapi juga negara tidak boleh sewenang-wenang ke pengusaha. Tidak boleh, karena kita saling membutuhkan,” imbuhnya.

Bahlil menegaskan, walaupun Softbank batal investasi, namun proyek IKN masih menarik minat banyak investor. Bahkan, hingga saat ini, tercatat sudah ada sejumlah investor global yang berkomitmen untuk menanamkan modalnya di ibu kota baru.

“IKN itu investornya sudah ada, dari UEA, China, beberapa negara Eropa, Taiwan, Korea Selatan, itu ada,” tandasnya. (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Ibukota Baru IndonesiaSoftBank
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.