• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Tewas Disiksa di Kapal China, Mayat ABK Indonesia Disimpan di Dalam Freezer

by Redaksi Asiatoday
July 8, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Tewas Disiksa di Kapal China, Mayat ABK Indonesia Disimpan di Dalam Freezer

Evakuasi jenazah korban dari Kapal Ikan China Lu Huang Yuan Yu 117. Ist

ASIATODAY.ID, BATAM – Dua Kapal ikan China Lu Huang Yuan Yu 117 dan 118 ditangkap tim gabungan Polda Kepri, TNI AL, BIN Daerah Kepri, Bakamla, Bea Cukai dan KPLP, di Perairan Batu Cula, Selat Philip, Belakang Padang, Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Rabu (8/7/2020).

Saat diperiksa, seorang Anak Buah Kapal (ABK) warga Indonesia bernama Hasan Afriadi asal Lampung, ditemukan tewas di salah satu kapal China tersebut.

Kapolres Karimun AKBP Muhammad Adenan mengatakan, jenazah korban disimpan di dalam peti pendingin ikan atau freezer Kapal ikan Lu Huang Yuan Yu 117.

RelatedPosts

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen

Bangladesh’s Banking Crisis Deepens as World Bank Unveils $450 Million Rescue Package

Kedua kapal itu kini telah diamankan di

“Dari informasi awal yang kami terima, ada seorang Warga Negara Indonesia diduga dianiayai hingga meninggal dunia. Seperti pengalaman sebelumnya sebagian besar tenaga kerja kita yang bekerja di kapal ikan China itu diperlakukan secara tidak manusiawi,” kata Kapolda Kepri, Irjen Aris Budiman, dalam siaran persnya yang diterima di Jakarta, Rabu (8/7/2020)

Menurut Aris, para ABK Indonesia bekerja di kapal asing itu dokumennya sengaja dipalsukan. Dari kedua kapal tersebut, dugaan terjadinya penganiayaan terjadi di salah satu kapal.

“Kapal lainnya sebagai saksi yang mengetahui kejadian tersebut. Dan warga negara kita juga yang menyampaikan informasi bahwa di kapal tersebut ada mayat. Kuat dugaan kami bahwa yang bekerja di kapal tersebut merupakan korban trafficking yang dipekerjakan secara paksa di atas kapal ikan tersebut,” tegas Aris.

Ihwal tentang kejadian ini diterima Kapolda Kepri pagi tadi sekitar jam 06.00 WIB. Pihak Bakamla dan TNI lebih awal mengetahui informasi tersebut.

“Selanjutnya pada pukul 06.00 WIB itu juga saya perintahkan jajaran Direktorat Polisi Perairan dan Udara Polda Kepri untuk bergabung melakukan deteksi dan mencari kapal tersebut. Termasuk juga helikopter ikut bergabung melakukan pencarian melalui udara,” jelas Aris.

Dari sejumlah pengalaman kata Aris, anggota biasanya rawan terkena serangan dari kapal. Polda Kepri pun bersinergi untuk mengamankan kapal tersebut, termasuk melibatkan Brimob Polda Kepri.

Disebutkan tempat kejadian perkara (TKP) dugaan penganiayaan hingga menyebabkan meninggal dunia ini terjadi di wilayah yurisdiksi Indonesia sehingga kewenangan untuk melakukan tindakan hukum ada di aparat kepolisian termasuk juga di TNI AL dan Bakamla.

“Kapal ini kurang lebih sudah berlayar selama 7 bulan bertolak dari Singapura ke Argentina dan begitu melewati perairan Indonesia langsung dilakukan penyergapan dengan seluruh aparat yang ada di laut,” tandas Aris. (AT Network)

Tags: ABK IndonesiaBatamKapal ChinaKapal Ikan AsingPerbudakan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • Indonesia Seeks Bigger Eurasian Role After Securing Top Partner Status at Russia’s INNOPROM 2026
  • Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals
  • Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen
  • Bangladesh’s Banking Crisis Deepens as World Bank Unveils $450 Million Rescue Package
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.