• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

TN Teluk Cenderawasih, Rumah Bagi Spesies Hiu Paus

by Redaksi Asiatoday
November 16, 2020
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
SGE dan IOP Ajak Masyarakat Indonesia Lestarikan Ekosistem Laut

Hiu Paus. Foto : Dok IOP

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Taman Nasional Teluk Cenderawasih (TNTC), menjadi salah satu habitat bagi spesies Hiu Paus di Indonesia.

Keberadaan spesies langka ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan selam dunia. Satwa ini bisa dijumpai oleh para penyelam sepanjang tahun.

TNTC memiliki keanekaragaman fauna yang kompleks dengan terumbu karang yang mencapai 200 jenis, ikan 209 jenis, moluska 196 jenis, reptil lima jenis, mamalia air tiga jenis, burung (Aves) 37 jenis, dan fauna darat 183 jenis. Saat ini ada 209 jenis ikan dari 65 Famili. Ikan-ikan tersebut dapat dikelompokkan secara garis besar menjadi: ikan muara, ikan hutan mangrove, ikan karang, dan ikan-ikan pelagis.

RelatedPosts

As Heatwave Sweeps Europe, Study Warns of Growing Toll on Household Incomes

UNDP Hails Indonesia as Regional Model for Green Growth After High-Level Visit

Indonesia Leads Regional Green Alliance Against Cross-Border Pollution

“90 persen kawasan konservasi ini adalah lautan. Luas kawasan ini mencapai 1.453.500 hektar dan menjadi taman nasional terluas di nusantara,” demikian dikutip dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Senin (16/11/2020).

Oleh masyarakat setempat, Taman Nasional Teluk Cenderawasih identik dengan sosok gurano bintang, atau yang kadang-kadang disebut hinio tanibre, penamaan masyarakat setempat pada spesies Hiu Paus. Ikan terbesar di dunia ini (bukan paus biru, sebab paus termasuk kategori mamalia) dulu menjadi momok bagi para nelayan.

“Panjangnya sanggup mencapai seukuran truk. Warnanya gelap dengan tutul-tutul putih. Dulu, masyarakat setempat meyakini gurano sebagai hantu laut yang bakal mendatangkan petaka andai berpapasan di laut lepas,” tulis KLHK.

Dibandingkan dengan hiu-hiu pada umumnya, faktanya gurano justru spesies Hiu yang ramah. Belum pernah tercatat kasus serangan gurano pada manusia.

“Kalau hiu-hiu pada umumnya bergigi runcing dan banyak, gurano ompong, sehingga cuma makan ikan puri (ikan seukuran jari manusia) dengan cara meneguknya dalam jumlah besar bersama air laut dengan mulutnya yang menganga lebar,” lanjut KLHK.

Hiu paus di Taman Nasional Teluk Cenderawasih dapat dijumpai di perairan Kwatisore, Nabire, Provinsi Papua. (ATN)

Tags: Hiu PausPapuaTaman NasionalTaman Nasional Teluk Cendrawasih
No Result
View All Result

Terbaru

  • Middle East Conflict Exposes Southeast Asia’s Energy Vulnerability
  • MSCI Keeps Indonesia in Emerging Market Club but Flags Transparency Risks in Stock Market
  • Indonesia Yet to Decide 2026 Nickel Output Levels as Market Speculation Grows
  • Indonesia Unveils 30 Million Carbon Credits in Bid to Become Global Carbon Market Powerhouse
  • ADB Unleashes $100 Million Digital Bond to Power Asia’s Next Economic Revolution
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.