• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Tolak Dialog, Yunani Desak Turki Tarik Kapal dari Laut Mediterania

by Redaksi Asiatoday
October 14, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Tolak Dialog, Yunani Desak Turki Tarik Kapal dari Laut Mediterania

Turki dan Yunani. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Ketegangan antara Yunani dan Turki belum juga berakhir. Kedua negara masih terlibat konfrontasi ditengah upaya diplomasi damai.

Yunani menyatakan tidak akan melakukan dialog dengan Turki untuk meredam ketegangan di Laut  Mediterania timur, kecuali Ankara menarik kapal penelitian Oruc Reis untuk eksplorasi minyak dan gas.

Menteri Luar Negeri Yunani, George Gerapetritis mengatakan jika pihaknya menolak melakukan diskusi selama Turki belum menarik kapalnya dari daerah sengketa tersebut.

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

“Yunani tidak akan duduk bersama untuk melakukan pembicaraan, sementara Oruc Reis dan kapal perang pengawal masih berada di luar sana,” kata Gerapetritis kepada radio Parapolitika.

Mengutip AFP, Rabu (14/10/2020), dia juga mengatakan jika Athena ‘dengan tegas’ menjadikan daerah sengketa tersebut sebagai topik dalam pertemuan dewan Uni Eropa mulai Kamis (15/10).

Pemerintah Yunani diperkirakan akan membahas masalah ini saat menerima kunjungan Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas pada Selasa (13/10) malam.

Dalam pesan yang dikirim ke sistem peringatan maritim NAVTEX disebutkan Angkatan Laut Turki mengirim kapal Oruc Reis pada Minggu (11/10) untuk melakukan eksplorasi di daerah sengketa, termasuk di selatan pulau Kastellorizo.

Menurut pesan NAVTEX, kapal itu akan bergabung dalam misi “survei seismik” terbaru oleh dua kapal lain yang disebut Ataman dan Cengiz Han.
 
Bulan lalu, Presiden Recep Tayyip Erdogan memerintahkan untuk menarik Oruc Reis kembali ke pantai dari perairan Mediterania timur demi memberi kesempatan diplomasi. Banyak pihak mengharapkan Ankara dan Athena dapat menyelesaikan ketegangan melalui pembicaraan.

Dalam sebuah pernyataan, pemerintah Yunani mengatakan Turki tidak dapat diandalkan dan tidak dengan tulus menginginkan dialog.

Turki dan Yunani telah berselisih mengenai eksplorasi energi di Laut Mediterania Timur sejak Agustus lalu. Kedua negara saling unjuk kekuatan dengan melakukan latihan udara dan mengerahkan kapal perang di perairan strategis antara Siprus dan Pulau Kreta, Yunani. (AFP)

Tags: Laut MediteraniaTurkiYunani
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.