• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Tragis, Paus Penuh Luka Ditemukan Mati Terdampar di Pantai Sumba

by Redaksi Asiatoday
October 11, 2021
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 1 min read
A A
0
Tragis, Paus Penuh Luka Ditemukan Mati Terdampar di Pantai Sumba

Seekor bangkai paus terapung dan terombang-ambing di tengah lautan di Bali. Ilustrasi foto dok Hiwayan

ASIATODAY.ID, SUMBA – Kasus kematian mamalia laut dilindungi kembali terjadi di Indonesia.

Kali ini, Paus Sperma (Physeter macrocephalus) jantan dengan kondisi penuh luka tusuk, ditemukan mati terdampar di Pantai Pelabuhan Waikelo, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur.

Kepala Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Nusa Tenggara Timur Imam Fauzi  mengatakan, bangkai paus ditemukan oleh seorang nelayan pada Minggu, 10 Oktober 2021.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

“Terdapat 22 luka tusuk di seluruh tubuhnya, dua luka di antaranya berada di sekitar lubang nafas dengan luka cukup dalam. Terdapat memar/abses di rahang belakang, di kedua matanya luka dan mengeluarkan darah, Sirip pectoral sebelah kanan diketahui dalam kondisi patah,” kata Imam Fauzi, di Kupang, Senin (11/10/2021).

Saat ditemukan, mamalia tersebut dalam kondisi utuh dan lengkap dengan panjang total 5,8 meter, lingkar badan terbesar 2,98 meter, dan lebar ekor 1,8 meter.

Nelayan yang bernama Ahmad sempat menarik bangka paus ke area pelabuhan sebelum dilaporkan ke dinas perikanan setempat. Sedangkan, Tim Quick Response Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) NTT dari Kupang tiba di Waikelo pada Minggu siang untuk melakukan pengumpulan data.

Selanjutnya, bangkai paus diangkut dengan crane untuk dikuburkan di Dusun Ledegiri, Desa Radamata, Kota Tambolaka pada pukul 22.00 WITA.

“Lokasi penguburan itu dipilih karna jauh dari permukiman warga dan struktur tanah yang cocok untuk dilakukan penguburan,” tandasnya. (ATN)

Tags: Konservasi LautPaus SpermaPaus TerdamparSave Ocean
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.