• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Transformasi Digital di Asia Tenggara Paling Cepat di Dunia

by Redaksi Asiatoday
November 26, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indonesia Merajai Pertumbuhan Ekonomi Digital di Asia Tenggara

Transformasi digital. ilustrasi

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Hasil riset yang diluncurkan Cisco bersama Jungle Venture bertajuk ‘Emerging Disruptors from the Global Pandemic’, mengungkap transformasi digital di Asia Tenggara tercepat di dunia.

Hal itu terlihat dari pengembangan berbagai platform berbasis digital di sektor vital di masa pandemi Covid-19

“Beberapa sektor yang tedampak paling besar oleh pandemi seperti pendidikan, kesehatan, dan rantai pasok dan logistik telah berhasil beradaptasi dan membayangkan kembali masa depannya,” jelas Presiden Cisco untuk ASEAN, Naveen Menon dalam keterangan resmi, Kamis (26/11/2020).

RelatedPosts

Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

Laporan ini sekaligus menunjukkan perubahan ekonomi global turut berkontribusi pada munculnya startup yang mengubah industri serta mendisrupsi organisasi. Terlebih, mayoritas roda perekonomian Asia Tenggara digerakkan secara offline, sehingga menciptakan peluang bagi startup.

“Disrupsi bisnis dapat menjadi pemicu inovasi dan banyak startup di ASEAN telah menjadi yang terdepan dalam pergeseran digitalisasi ini untuk mengisi celah dan menangkap peluang baru yang muncul,” kata Founding Partner Jungle Ventures, Amit Anand.

Laporan ini juga memberikan analisis mendalam cara bisnis di tiga sektor utama yakni pendidikan, perawatan kesehatan, maupun rantai pasok dan logistik dalam menanggapi krisis selama pandemi termasuk cara mereka mengadopsi teknologi dengan cepat dan inovatif.

Salah satu pembahasan dalam penelitian ini adalah adopsi platform online besar-besaran di dunia pendidikan. Hal ini jelas menjadi tantangan tersendiri bagi guru.

Walaupun pengguna internet di wilayah Asia Tenggara mencapai 350 juta, ketersediaan infrastruktur teknologi dan konektivitas internet belum menjangkau seluruh wilyah dan dapat memenuhi standar pengadaan pembelajaran jarak jauh.

Oleh sebab itu, laporan ini menunjukkan banyak perusahaan yang belum sepenuhnya bisa memadukan pembelajaran virtual dan pembelajaran tatap muka. Namun ada beberapa perusahaan yang berhasil melakukannya dan diperkirakan akan semakin mendominasi.

Sementara untuk layanan kesehatan tidak berbeda jauh. Kelincahan dan inovasi adalah dua kekuatan penting bagi perusahaan memasuki pasar di bidang kesehatan, terutama di masa pandemi ini.

Untuk itu data menunjukkan penyedia layanan kesehatan dan pelaku industri kesehatan harus terus mengadopsi termasuk memanfaatkan teknologi, meski pandemi Covid-19 telah berlalu.

Sebagai pendukung, fasilitas kesehatan umum dan swasta juga terus beradaptasi. Sementara di sisi lain, pemerintah membuat peraturan yang mendukung perubahan ini sehingga layanan primer kesehatan berbasis teknologi akan mengubah cara kerja industri di masa depan.

Transformasi Rantai Suplai dan Logistik

Pandemi ini juga membuat seluruh dunia kesulitan mengatasi ketergantungan mereka pada rantai pasokan. Karenanya, pandemi Covid-19 menciptakan ripple effect pada perekonomian global yang membuat visibilitas rantai pasokan dan pemetaan jaringan sangat penting.

Penelitian ini menyimpulkan, membangun bisnis yang tepat dan alur kerja strategis dapat membantu menyelesaikan masalah di bidang ini. Beberapa pemain teknologi utama yang mengubah pasar logistik adalah mereka yang menawarkan solusi pengadaan digital lewat kombinasi software dan layanan.

Mengingat kontrol krisis tidak bisa terotomatisasi sepenuhnya, rantai suplai yang komprehensif dengan data real-time dapat menjadi faktor penentu kesuksesan di masa depan.

Sebagai tambahan, laporan ini sekaligus merekomendasikan pemerintah dan pembuat kebijakan di Asia Tenggara untuk bisa menentukan cara negara mereka memanfaatkan peluang melakukan modernisasi industri vital. (ATN)

Tags: Asia DigitalAsia Pasifik DigitalTransformasi Digital
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.