ASIATODAY.ID, WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sama sekali tidak menghitung Joe Biden, rivalnya dalam bursa calon presiden pada pemilihan presiden November mendatang.
Trump menganggap Biden tidak akan bisa melawan pemimpin-pemimpin kuat.
“Mereka memaksanya untuk mendukung hal-hal yang tidak pernah terpikirkan oleh siapapun,” kata Trump kepada Sean Hannity dari sayap progresif Partai Demokrat.
“Dia tidak dalam posisi untuk melawan. Sesuatu sedang terjadi, kurasa kita akan bisa mengetahuinya,” kata Trump dilansir dari The Independent, Jumat (21/8/2020).
Pernyataannya ini dilontarkan kala Partai Demokrat tengah melakukan Konvensi Nasional Demokrat (DNC) yang sudah memasuki hari keempat.
Menurutnya, Biden tidak memiliki kapasitas mental pada usianya yang ke-77, untuk melawan pemimpin paling keras di dunia, seperti Presiden Rusia Vladimir Putin, dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un.
“Jika Anda tidak berada di puncak permainan, itu tidak akan menjadi gambaran bagus,” ujar Trump.
“Ini seperti ahli catur. Jika Anda bukan ahli catur yang hebat, Anda akan mendapat masalah,” imbuhnya.
Sementara itu, Hannity mengatakan Biden terlihat lemah. Pernyataannya diungkapkan tanpa bukti medis.
Trump menyambut komentar Hannity, “sudah cukup jelas apa yang terjadi.”
Selama 30 menit awal wawancara tersebut, Trump menghabiskan waktunya untuk mencoba menggambarkan Biden yang dianggap terlalu tua untuk menggantikannya. Sekitar sejam setelah pernyataan Trump, Biden menerima nominasi sebagai calon presiden tunggal dari Demokrat. (ATN)
