• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Trump dan Biden Kutuk Kekejaman China Terhadap Muslim Uighur

by Redaksi Asiatoday
August 27, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Trump Kehilangan Respect, Popularitas Biden Melambung Jelang Pilpres AS

Donald Trump dan Joe Biden. Ist

ASIATODAY.ID, WASHINGTON – Penindasan yang dialami kelompok minoritas Muslim Uighur akibat kekejaman China menjadi sorotan dua kandidat presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump dan Joe Biden

Kedua kandidat presiden AS itu mengutuk keras kekejaman China terhadap kelompok tersebut.

Capres AS dari Partai Demokrat, Joe Biden, dengan suara lantang menyebut perlakuan China terhadap Muslim Uighur sebagai genosida.

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

“Penindasan tak terkatakan yang dialami oleh warga Uighur dan etnis minoritas lainnya di tangan pemerintah otoriter China adalah genosida dan Joe Biden menentangnya dengan sangat kuat,” kata kampanyenya pekan ini, dikutip dari VOA, Kamis (27/8/2020).

Kampanye Biden mengatakan bahwa jika pemerintahan Trump memutuskan untuk menyebut tindakan China sebagai genosida, pertanyaan yang mendesak adalah apa yang akan dilakukan Donald Trump untuk mengambil tindakan. 

“Dia juga harus meminta maaf karena memaafkan perlakuan mengerikan terhadap Uighur ini,” kata kampanye Biden.

Sedangkan pemerintahan Trump belum menggambarkan tindakan Beijing sebagai genosida, tetapi juru bicara Dewan Keamanan Nasional (NSC) John Ullyot mengutuk perlakuan China terhadap orang-orang Uighur.

Ia mengatakan China telah melakukan tindakan mengerikan terhadap wanita, termasuk aborsi paksa, sterilisasi paksa dan metode kontrasepsi paksa lainnya, kerja paksa yang disponsori negara, kekerasan seksual termasuk melalui pemerkosaan dalam tahanan, wajib tinggal di rumah oleh pejabat Han dan kawin paksa.

“Kekejaman Partai Komunis China juga termasuk penahanan terbesar etnis minoritas sejak Perang Dunia II,” juru bicara NSC itu menambahkan.

Ullyot mengatakan Trump telah mengambil “tindakan berani” terhadap China karena perlakuannya terhadap orang Uighur.

“Kebijakan Presiden Trump telah menunjukkan bahwa setiap orang – yang lahir dan belum lahir, yang miskin, yang putus asa, yang cacat, yang lemah, dan orang tua – memiliki nilai yang melekat,” ucapnya.

Seorang pejabat senior pemerintahan Trump mengatakan bahwa selama setahun terakhir, AS telah memberlakukan berbagai pembatasan dan sanksi terhadap pejabat China atas pelanggaran hak asasi manusia di Xinjiang, wilayah kelompok etnis Uighur ditahan. (ATN)

Tags: Amerika SerikatChinaDonald TrumpJoe BidenSave UighurUighur
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.