• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Trump Kehilangan Respect, Popularitas Biden Melambung Jelang Pilpres AS

by Redaksi Asiatoday
June 5, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Trump Kehilangan Respect, Popularitas Biden Melambung Jelang Pilpres AS

Donald Trump dan Joe Biden. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Gelombang aksi protes kematian George Floyd dan perjuangan yang berkelanjutan melawan pandemi Covid-19 telah meruntuhkan popularitas Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Pasalnya, 270 basis suara pemilih yang dibutuhkan Trump untuk mengamankan posisinya periode kedua semakin tergerus.

Serangkaian jajak pendapat di negara bagian yang dirilis Rabu (3/6/2020) membuat kenyataan tersebut kian jelas. Padahal, pemilihan presiden masih 152 hari lagi, yakni pada 3 November 2020.

RelatedPosts

Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

“Hasil jajak pendapat Fox News di Arizona menunjukkan Joe Biden memimpin Trump 46 persen melawan 42 persen. Sementara itu, jajak pendapat Fox News di Ohio menempatkan Biden pada posisi 45 persen dan 43 persen untuk Trump,” demikian dilansir dari CNN, Jumat (5/6/2020).

Jajak pendapat Fox News di Wisconsin 49 persen untuk Biden dan Trump di 40 persen. Sementara itu, hasil jajak pendapat Universitas Quinnipiac di Texas memenangkan Trump 44 persen dan Biden 43 persen.

Partai Demokrat terakhir yang memenangkan Arizona di tingkat presiden adalah Bill Clinton pada 1996. Di Texas, Demokrat kalah sejak Jimmy Carter memenangkannya pada Pilpres 1976.

Di sisi lain, negara bagian Ohio adalah salah satu negara paling sulit ditentukan (swing voter) dalam pemilihan presiden pada awal abad ini, tetapi bergerak ke arah Trump pada 2016 dan meraih kemenangan 8 poin.

Sementara itu, Wisconsin secara luas dipandang sebagai negara yang paling mungkin Trump membalikkan kondisi 2016 untuk kembali mendukungnya.

Polling di Pennsylvania dan Michigan, dua negara bagian yang dikuasai Demokrat lainnya dan dimenangkan Trump pada 2016, menunjukkan popularitasnya berada di belakang Biden saat ini.

Menurut tabulasi yang dibuat oleh CNN, kampanye Trump telah menghabiskan lebih dari USD1 juta untuk iklan di Ohio, Wisconsin, dan Arizona sejak awal tahun. Artinya, bahkan dengan iklan Trump yang dipancarkan ke layar TV mereka, pemilih di negara-negara tersebut tidak akan terpengaruh. (ATN)

Tags: Amerika SerikatDonald TrumpJoseph Biden
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme
  • Indonesia Secures OECD Backing, Trade Gains, and Strategic Partnerships with Major Economies
  • Global Markets Warn Indonesia’s Nickel Industry: Prove It’s Green or Risk Losing Access
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.