• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Twitter Hapus 150 Ribu Akun Buzzer Propaganda Komunis China

by Redaksi Asiatoday
June 12, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Twitter Hapus 150 Ribu Akun Buzzer Propaganda Komunis China

Twitter. Ist

ASIATODAY.ID, HONG KONG – Twitter menghapus puluhan ribu akun buzzer milik pemerintah China, karena dinilai menebar propaganda, informasi yang salah, dan menjatuhkan kritik.

Melansir CNA, Jumat (12/6/2020), akun buzzer milik pemerintah China yang dihapus sebanyak 23.750 akun inti dan 150.000 akun penguat.

Semua akun dan kontennya telah dihapus dari Twitter, tetapi akun-akun tersebut tetap disimpan pada database arsip untuk para peneliti.

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

“Mereka memposting terutama dalam bahasa China dengan menyebarkan narasi geopolitik yang menguntungkan Partai Komunis China, sambil terus mendorong narasi menipu tentang dinamika politik di Hong Kong,” tulis Twitter dalam analisisnya.

Institut Kebijakan Strategis Australia (ASPI), sebuah lembaga think-tank yang berbasis di Canberra menganalisis dataset sebelum pengumuman, dan mengatakan jaringan itu bertugas mempengaruhi pandangan dalam diaspora global China.

Selain mendorong narasi Beijing tentang protes Hong Kong, jaringan buzzer tersebut melakukan hal yang sama untuk pandemi Covid-19, dan mengkritik Taiwan.

Beberapa dari kelompok buzzer itu juga memutarbalikkan respons pemerintah AS terhadap aksi protes ketidakadilan rasial, “untuk menciptakan persepsi kesetaraan moral dengan penindasan protes di Hong Kong” menurut ASPI.

“Sementara Partai Komunis China tidak akan mengizinkan orang-orang China untuk menggunakan Twitter, analisis kami menunjukkan dengan senang hati menggunakannya untuk menabur propaganda dan disinformasi internasional,” tulis Fergus Hanson, direktur pusat cyber ASPI.

Selain buzzer China, Twitter juga menghapus akun buzzer Rusia dan Turki.

Jaringan akun buzzer Turki yang dimusnahkan terdiri dari 7.340 akun, adapun Rusia sebanyak 1.152 akun.

Jaringan buzzer Turki terdeteksi pada awal 2020 yang bertugas meningkatkan dukungan domestik bagi Presiden Recep Tayyip Erdogan dan partai AKP yang berkuasa.

Adapun Rusia terlibat dalam “posting silang dan memperkuat konten dengan cara yang tidak otentik, terkoordinasi untuk tujuan politik” termasuk mempromosikan Rusia Bersatu yang berkuasa, dan menyerang para pembangkang politik. (ATN)

Tags: BuzzerChinaPartai Komunis ChinaRusiaTurkiTwitter
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.