• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Twitter Tutup Akun Donald Trump Secara Permanen

by Redaksi Asiatoday
January 9, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Twitter Hapus 150 Ribu Akun Buzzer Propaganda Komunis China

Twitter. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Twitter menutup akun Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara permanen dengan alasan adanya risiko yang bisa memicu kekerasan lebih lanjut.

Akun Trump dengan 88 juta pengikut itu awalnya diblokir selama 12 jam pada Rabu (6/1) usai ia mengecam Wakil Presiden Mike Pence yang berbicara soal pendukungnya menyerbu Capitol.

“Setelah meninjau secara cermat cuitan dari akun @realDonaldTrump dan konteks lainnya, kami melakukan penangguhan akun tersebut secara permanen. Ada risiko hasutan lebih lanjut untuk melakukan kekerasan,” kata Twitter.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Dalam sebuah postingan blog, Twitter merinci alasan di balik keputusan tersebut. Dalam konteks peristiwa Capitol ada potensi terjadi tindakan serupa selanjutnya.

Menurut Twitter, publik memiliki hak untuk mendengar suara pejabat terpilih dan pemimpin dunia secara langsung. Pun rakyat berhak meminta pertanggungjawaban di tempat terbuka.

“Selama bertahun-tahun, akun-akun ini tidak mengikuti aturan kami. Twitter tidak memberi tempat untuk pengguna melakukan hasutan kekerasan,” lanjut postingan Twitter.

“Kami akan terus bersikap transparan seputar kebijakan dan penegakannya”.

Twitter akhirnya melarang akun presiden setelah bertahun-tahun mendapat tekanan publik. Ratusan karyawan Twitter pun menandatangani surat yang mendesak CEO Twitter Jack Dorsey untuk melarang akun presiden karena menggunakan platform tersebut untuk menghasut kekerasan setelah pengepungan Capitol.

Seorang karyawan di Twitter yang mendorong perusahaan untuk menghapus akun presiden mengatakan kepada NBC News bahwa banyak karyawan memohon pada pimpinan untuk menghapus akun Presiden Donald Trump.

“Kami sangat bahagia dan bangga bisa bekerja untuk perusahaan yang melakukan hal dengan benar,” tutur karyawan tersebut. (NBC/ATN)

Tags: Donald TrumpTwitter
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.